Petunjuk Perhitungan SKP P2KB 2017

Satuan Kredit Profesi (SKP) IDI merupakan bukti keikutsertaan seorang dokter dalam program P2 KB. Kredit ini diberikan baik untuk kegiatan yang bersifat klinis (berhubungan dengan pelayanan kedokteran langsung maupun tidak langsung) maupun kegiatan non-klinis (mengajar, meneliti dan manajemen kesehatan). Syarat pencapaian SKP untuk resertifikasi adalah 55-65 SKP per tahun yang tersebar dalam berbagai ranah kegiatan.

 Contoh Rencana Pengembangan Diri Dokter Pelayanan Primer

Kegiatan yang diberi nilai SKP dibedakan atas 3 jenis sebagaimana di bawah ini:

  1. Kegiatan pendidikan pribadi: kegiatan perorangan yang dilakukan sendiri yang memberikan tambahan ilmu pengetahuan dan keterampilan bagi yang bersangkutan.
  2. Kegiatan pendidikan internal: kegiatan yang dilakukan bersama teman sekerja dan merupakan kegiatan terstruktur di tempat kerja yang bersangkutan (RS, Puskesmas, Klinik, Laboratorium dll)
  3. Kegiatan pendidikan eksternal: kegiatan yang diselenggarakan oleh kelompok lain di luar tempat kerja yang bersangkutan, yang dapat berskala lokal, nasional maupun internasional. Penyelenggara kegiatan adalah lembaga lDl atau lembaga non IDI yang telah diakreditasi oleh IDI.

 

Berdasarkan RPD (Rencana Pengembangan Diri) atau personal development plan (PDP) maka setiap dokter memilih kegiatan dengan wajib memenuhi minimal 3 dari 5 ranah yang tersedia yaitu:

  1. Ranah pembelajaran kedokteran dan kesehatan
  2. Ranah kerja profesional
  3. Ranah pengabdian masyarakat dan pengabdian profesi
  4. Ranah publikasi ilmiah dan ilmiah popular
  5. Ranah pengembangan ilmu dan pendidikan.

Dalam setiap pelaksanaan kegiatan P2KB, setiap dokter diwajibkan melakukan dokumentasi yang menjadi bukti kegiatan serta sebagai portofolio pencapaian target kredit. Ketentuan dasar dokumentasi sebagai berikut:

1. Untuk kegiatan pembelajaran pribadi, dokumen bukti dapat berupa: Sertifikat dari penyelenggara CME Resume dari artikel yang dibaca, atau fotokopi halaman depan buku bacaan.
2. Untuk kegiatan profesional kedokteran dan kesehatan, berdasarkan jenis kegiatan dibagi menjadi: Kegiatan pribadi, dokumen bukti dibuat oleh yang bersangkutan dengan mencantumkan informasi tempat praktik dan nomor Surat Ijin Praktik (SIP). Kegiatan internal, dokumen bukti dibuat oleh pimpinan yang berwenang membuat keterangan kegiatan. Daftar kegiatan dapat dibuat per kegiatan atau merupakan daftar kegiatan yang dilakukan selama periode tertentu, dapat per bulan, per enam bulan, atau per tahun.
3. Untuk kegiatan pengabdian masyarakat, dokumen bukti dibuat oleh penyelenggara kegiatan.
4. Untuk kegiatan pengabdian profesi, dokumen bukti dapat berupa surat keputusan kepengurusan, atau keterangan kegiatan dari ketua IDI atau ketua perhimpunan.
5. Untuk kegiatan publikasi ilmiah, dokumen bukti dapat berupa fotokopi halaman penerbitan buku, fotokopi halaman depan jurnal, surat keputusan organisasi tentang kegiatan publikasi, dan lain-lain.
6. Untuk kegiatan pengembangan ilmu dan pendidikan, dikarenakan kegiatan pasti dilakukan di institusi pendidikan, maka dokumen bukti harus dibuat oleh pimpinan yang berwenang dari institusi pendidikan tersebut. Daftar kegiatan dapat dibuat per kegiatan atau merupakan daftar kegiatan yang dilakukan selama periode tertentu, dapat per bulan, per enam bulan, atau per tahun.

 

Proses Resertifikasi Dokter

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*