VIRUS ZIKA DI INDONESIA

Seiring dengan maraknya penyebaran Virus Zika, maka masyarakat mulai mencari tahu tentang penyebaran Virus Zika di Indonesia. Virus Zika (ZIKV) merupakan sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika. Penyakit Zika sendiri mulai diketahui terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia sejak 1950-an.

Pada 2014, sebelum Virus Zika di Indonesia meruak, virus ini menyebar ke timur melintasi Samudra Pasifik ke Polinesia Perancis, kemudian ke Pulau Paskah dan pada tahun 2015, ia menyebar ke Amerika Tengah, Karibia, dan kini ia menyebar ke Amerika Selatan sebagai satu wabah besar.

Setelah menyerang Brazil dan beberapa negara lainnya, virus yang menunjukkan gejala-gejala seperti demam, pusing, muncul ruam merah pada kulit, sakit pada persendian dan mata merah ini dikabarkan telah masuk ke Indonesia.

Menurut penelitian sejumlah pihak dari kesehatan, Dr.Herawati Sudoyo Ph.D, Deputi Direktur Eikjman Institute mengatakan bahwa pihaknya menemukan virus ini saat terjadi wabah demam dengue (demam berdarah) di Jambi pada Desember 2014-April 2015 lalu. Saat itulah Virus Zika di Indonesia mulai banyak diperbincangkan di Indonesia.

Nyamuk pembawa virus ini diidentifikasi sebagai nyamuk aedes aegypt dan aedes albopictus oleh sekelompok peneliti dari University of Bahia, Brasil. Menariknya lagi, sebuah laporan penelitian di tahun 2003 oleh J.G. Olson, T.G. Ksiazek, Suhandiman, dan Triwibowo menyebutkan bahwa Virus Zika di Indonesia mulai tersebar sejak tahun 1977-1978 di sekitar Jawa Timur.

Saat itu para peneliti menemukan adanya 30 pasien di RS Tegalyoso, Klaten, Jawa Tengah, yang menunjukkan gejala tertular virus zika. Sementara sebuah laporan lain menyebutkan bahwa seorang turis wanita berusia 52 tahun asal Australia tertular virus ini saat berkunjung ke Jakarta, Indonesia pada tahun 2013 lalu.

Hal ini tentu saja meresahkan warga Indonesia. Namun hal tersebut harus dijadikan sebuah peringatan bagi seluruh warga untuk mencegah virus tersebut semakin tersebar luas.

Pencegahan virus Zika di Indonesia tersebut sebenarnya sama persis dengan kasus demam berdarah yaitu melalui pola hidup sehat dengan 3M yakni menguras, menutup dan menimbun setiap tempat air dan sampah. Selain itu upaya fogging juga dapat dilakukan untuk membasmi nyamuk berkembang biak. Yang terpenting adalah kebersihan lingkungan sekitar yang paling diutamakan.

Juga sebagai upaya penanggulangan virus Zika di Indonesia, Chairul Anwar Nidom dari Pusat Penelitian Flu Burung Universitas Airlangga bersama pihaknya yang juga bekerja sama dengan industri vaksin dan pemerintah Indonesia mengatakan akan menyelesaikan vaksin untuk virus zika.

Selain itu mereka akan menggunakan berbagai teknologi. Salah satu teknologi yang digunakan adalah teknologi reverse genetics yaitu mengubah virus di alam dengan mutasi gen menjadi virus yang dikehendaki. Teknik ini telah biasa digunakan kepada virus influenza dan beberapa virus lain.

Teknologi lainnya ialah knock-out flu virus, yaitu mengambil fragmen DNA dari virus influenza lalu menggantinya dengan fragmen dari virus target vaksin. Hal ini seperti memodifikasi bagian tertentu dari mobil.

Maka dari itu sebenarnya untuk mencegah dan mengatasi virus Zika di Indonesia diperlukan kerja sama yang baik antara warga dan pihak pemerintah serta berbagai pihak yang terkait.

virus Zika di Indonesia (1)

virus Zika di Indonesia (2)

virus Zika di Indonesia (3)

virus Zika di Indonesia (4)

virus Zika di Indonesia (5)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*