dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

BAHAYA VIRUS ZIKA

Sebelum membahas apakah bahaya virus zika, ada baiknya jika kita mengetahui lebih dulu apakah virus zika yang sebenarnya. Virus Zika adalah sejenis virus dari keluarga flaviviridae dan genus flavivirus yang disebarkan oleh nyamuk Aedes aegypti.

Saat terjangkit virus ini anda akan merasakan gejala yang hampir sama dengan gejala penyakit demam berdarah. Virus ini dapat menyebabkan sakit yang ringan kepada manusia yang dikenal sebagai demam Zika atau penyakit Zika. Penyakit Zika sendiri mulai diketahui terjadi di daerah khatulistiwa Afrika dan Asia sejak 1950-an.

Kesakitan tersebut adalah satu bentuk penyakit ringan dari demam dengue, dimana sesorang yang terjangkit dirawat melalui istirahat dan tidak bisa dicegah melalui obat-obatan atau vaksin. Selain itu bahaya virus zika lainnya yang ditunjukkan adalah memiliki kaitan dengan demam kuning dan virus Nil Barat yang dibawa oleh flavivirus bawaan artropoda yang lain.

Dibawah ini adalah beberapa  bahaya virus zika yang perlu kita ketahui agar kita dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap virus ini.

1. Menyebabkan cacat bawaan pada anak

Terlepas dari kenyataan bahwa penyakit yang dibawa nyamuk ini sangat mirip dengan demam kuning, virus West Nile, dan chikungunya, Zika adalah penyakit pertama yang berhubungan langsung ke malformasi kongenital utama seperti microcephaly.

Virus Zika dapat memengaruhi kehamilan, dan menimbulkan risiko cacat bawaan pada anak. Tentu saja bahaya virus zika ini sangat mengkhawatirkan bagi para ibu hamil. Karena bayi yang lahir dengan microcephaly akan memerlukan pemantauan dan perawatan seumur hidup. Sejauh ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan, dan anak-anak ini akan menderita keterlambatan perkembangan dan kognitif.

Di Brasil tercatat hampir 4 ribu kasus microcephaly sejak Oktober 2015. Microcephaly menyerang dua sampai 12 bayi per 10 ribu kelahiran di Amerika.

2. Memicu gangguan saraf

Selain berbahaya bagi ibu hamil dan para bayi baru lahir, ada sekelompok kasus dimana virus ini dapat menyerang sistem saraf orang dewasa dan menyebabkan peradangan akar saraf di tulang belakang.

Kondisi ini disebut juga Guillain-Barre, yakni gangguan saraf yang menyebabkan kelemahan otot yang dimulai pada kaki yang kemudian menyebar ke lengan dan wajah.

Bahaya virus zika ini adalah pasien yang mengalaminya akan mati rasa, kesulitan berjalan, dan mengalami kelumpuhan ekstrem. Dalam kasus yang parah, pasien memerlukan alat bantu hidup. Karena memakan waktu beberapa minggu untuk pulih, pasien biasanya menderita kerusakan saraf.

Dan sejak 1 hingga 6 Desember 2015, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan pihak berwenang di El Salvador telah melaporkan 46 kasus Guillain Barre dalam kurun waktu lima minggu. Penyebab pasti dari sistem autoimun ini tidak diketahui, tetapi beberapa pasien yang mengalami gejala ini juga memiliki gejala serangan Zika.

Untuk itu hendaknya masyarakat waspada terhadap Bahaya virus zika ini. Selain akan berdampak buruk bagi kesehatan, bagi yang terjangkit virus ini pun akan sulit mendapatkan pengobatan yang sesuai.

3. Virus menyebar cepat

Hampir setiap jamnya selalu ada perkembangan terbaru seputar penyebaran virus Zika yang semakin meluas di daerah Amerika. Di Kolombia, diprediksikan terdapat 600 ribu kasus. Jika seorang pasien terinfeksi virus Zika saat mengunjungi wilayah yang terjangkit, pasien dapat menjadi titik fokus Aedes Aegypti untuk melakukan kontrak virus.

Bahaya virus zika lainnya adalah jika Anda terserang virus di luar wilayah yang terjangkit, kemudian Anda kembali ke rumah dan digigit oleh nyamuk Aedes Aegypti lain, maka nyamuk tersebut dapat menginfeksi orang lain. Jadi virus ini sangat mudah tersebar.

Maka sangat penting bagi kita untuk proaktif melakukan pencegahan, mengingat hingga saat ini belum ada obat atau vaksin untuk mengobati Zika. Hal terbaik yang dapat dilakukan untuk mencegah terinfeksi virus Zika adalah memakai pakaian dan pelindung anti-nyamuk, tidak bepergian ke daerah yang terserang Zika, dan menghubungi dokter jika Anda mengalami gejala.

Bahaya virus zika (1)

Bahaya virus zika (2)

Bahaya virus zika (3)

Bahaya virus zika (4)

Bahaya virus zika (5)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016