Aku hamil, apa yang harus aku lakukan?

Aku adalah Anita, usia baru berusia 14 tahun, kelas 3 SMP, sebentar lagi aku akan masuk SMA. Sebenarnya aku ingin masuk ke SMA unggulan di kotaku. Aku sudah lama pacaran dengan Anto, teman sekelasku. Ia adalah anak yang sangat baik dan selalu membantu semua tugas sekolahku. Sebenarnya sebagai seorang anak seorang karyawan BUMN aku tidak kekurangan serba apapun. Bahkan di usia yang masih berusia 14 tahun aku sudah pernah merasakan jenis handphone termahal yang bahkan guru-guruku pun tidak pernah memakainya.

apakah aku hamil, apakah yang harus aku lakukan
tapi yah itu tadi, karena aku kurang bersyukur aku terkadang meminta lebih kepada orang tuaku. Aku adalah putri tunggal dan selalu dimanja oleh mama dan papa. Akibatnya aku tumbuh menjadi anak remaja yang suka membantah dan melawan mereka, apalagi saat aku ingin keluar malam bareng teman-teman. Aku dikurung didalam rumah seperti dipenjara. Suatu ketika aku tahu aku harus berontak, tidak selamanya aku ada dibawah mereka terus, akhirnya aku lompat dari jendela, membuka pagar sambil membawa pakaian. Sementara Anto sudah menunggu di luar rumah.
Kami menderu di tengah kota bersama kepulan asap motor milik Anto. Kami memutuskan untuk beristirahat di sebuah hotel kecil di pinggiran kota. Sebenarnya aku tidak berniat berlari dari rumah, hanya sekedar ingin memberikan pelajaran saja kepada mereka bahwa aku ini bukan anak kecil lagi dan sudah bisa mandiri.
Anto sangat baik, ia membawakan aku nasi dan membereskan kamar di dalam hotel itu. Tapi aku takut sendiri, akhirnya Anto juga tidur sekamar denganku, dia di kursi aku di atas ranjang. Namun tengah malam, aku terkejut, beban yang berat tiba-tiba menindihku, ternyata itu adalah Anto!!
Aku berteriak sekuat-kuatnya tapi tak ada orang yang mendengar karena Anto menutup mulutku. Aku hanya bisa menangis, pasrah dengan apa yang terjadi. Kepercayaan diriku telah direngut oleh Anto, seorang yang kusayang dan kupercaya untuk menjagaku. Keesokan harinya aku pulang ke rumah sendirian dengan rambut kusam dan acak-acakan. Mama dan papa yang gelisah mencariku terkejut dan menangis melihat kondisiku.
Aku ceritakan semua yang terjadi di malam itu dan papa langsung menelpon polisi yang juga menjadi sahabatnya untuk mencari Anto. Tapi Anto pergi menghilang entah kemana.
Dua bulan berlalu, ternyata aku positif hamil. Aku bingung, aku belum memberitahukan hal ini kepada mama dan papa. Sobat, apa yang harus aku lakukan? >> Menggugurkan kandungan, haruskah?

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*