Sejarah Penanggulangan TB di Indonesia

Setelah perang kemerdekaan, TB ditanggulangi melalui Balai Pengobatan Penyakit Paru-Paru (BP4). Tahun 1969 penanggulangan dilakukan secara nasional melalui Puskesmas. OAT yang digunakan adalah paduan standar INH, PAS dan streptomisin selama satu sampai dua tahun. Paraaminoazid (APS) diganti menjadi obat pirazinamid.

Penanggulangan TB di Indonesia berdasarkan 5 elemen strategi Directly Observed Treatment Short-Course (DOTS)

  1. Komitmen politis
  2. Diagnosis dengan mikroskop
  3. Pengobatan jangka pendek dengan pengawasan langsung
  4. Jaminan ketersediaan obat yang bermutu
  5. Monitoring dan evaluasi

pengobatan tuberkulosis di indonesia (5)

KEBIJAKAN DAN KEGIATAN PENGENDALIAN TB DI INDONESIA

Target

  • Penemuan penderita baru TB BTA positif paling sedikit 70% dari perkiraan dan menyembuhkan 85% dari semua penderita tersebut serta mempertahankannya.
  • Menurunkan tingkat prevalensi dan kematian akibat TB hingga  separuhnya pada tahun 2010 dibanding tahun 1990, dan mencapai tujuan Millenium Development Goal (MDG) pada tahun 2015.

Strategi Penanggulangan TB Nasional
A. Perluasan “DOTS berkualitas”
Perluasan dan peningkatan pelayanan DOTS berkualitas
Menghadapi tantangan baru,TB-HIV, MDR-TB
Melibatkan seluruh penyedia pelayanan
Melibatkan penderita dan masyarakat

B. DIdukung dengan penguatan sistem kesehatan
Penguatan Kebijakan dan kepemilikan daerah
Kontribusi terhadap sistem pelayanan kesehatan
Penelitian operasional

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*