PENGELOLAAN LIMBAH RUMAH SAKIT

Limbah Rumah Sakit adalah segala sesuatu yang tidak digunakan lagi yang berasal dari Rumah Sakit. Penanganan Limbah Rumah Sakit ini sangat penting sekali, karena banyak Rumah Sakit yang terkena tuntutan warga sekitar Rumah Sakit dengan alasan membuang Limbah Rumah Sakit. Bukan hal yang mengenakkan ketika Rumah Sakit yang anda kelola ternyata masuk berita koran dengan highlight berita: Pencemaran Limbah dari Rumah Sakit.

limbah rumah sakit Yang paling penting bagi anda seorang direktur, calon direktur, wakil direktur, calon wakil direktur, pemilik klinik dan rumah sakit adalah: Jangan pernah menganggap enteng masalah Limbah Rumah Sakit ini karena bisa berakibat timbulnya imej negatif Rumah Sakit kita dimata masyarakat.

Jika dilihat dari jenisnya, maka ada dua jenis Limbah Rumah Sakit:

  • Limbah Medis
  • Limbah Nonmedis

Jika dilihat dari kepadatannya, maka ada jenis Limbah Rumah Sakit:

  • Limbah Padat
  • Limbah Cair
  • Limbah Gas

Limbah Rumah Sakit yang banyak dikeluhkan sekarang ini adalah Limbah Padat Medis seperti bekas alat suntik termasuk jarumnya dan Limbah Cair yang keluar dari parit/ selokan Rumah Sakit.

Limbah padat medis berupa bekas alat suntik seharusnya kita masukkan ke dalam incenerator untuk dihancurkan, namun kenyataannya, ada banyak petugas yang nakal. Alat suntik yang seharusnya dihancurkan malah dipilah-pilah dan dibawa pulang untuk kemudian dijual kepada tukang mainan! Kenyataannya, hal ini akan membuat Rumah Sakit menjadi pihak yang disalahkan karena membiarkan hal ini terjadi.

Limbah cair berupa air yang keluar dari selokan harus benar-benar diawasi dan dipastikan telah melalui proses pengolahan, mengapa? Karena kenyataannya, ada banyak orang yang tinggal di sekitar Rumah Sakit. Suatu waktu timbul gangguan gatal-gatal di seluruh badan yang menimpa seorang atau dua orang disana. Sayangnya, mereka akan sangat mudah menyatakan bahwa gatal-gatal di badan itu karena Limbah Cair Rumah Sakit telah mencemari selokan, air tanah dan air sungai mereka. Hebatnya lagi, tidak kurang-kurang LSM siap menanggapi dan mendampingi warga yang menjadi ‘korban’ Limbah Rumah Sakit kita.sampah medis

Hal yang saya sampaikan di atas adalah fakta yang telah terjadi dan bisa saja terjadi di Rumah Sakit kita, akan jadi masalah yang sangat besar jika ternyata yang menjadi ‘komplain’ itu benar adanya. Rumah Sakit yang tidak mempunyai sistem pengawasan dan manajemen Limbah akan menjadi pesakitan di muka peradilan.

Jadi, bagaimana cara kita aman dari tuntutan masyarakat dan LSM? Sudah barang tentu Manajemen Pengelolaan Limbah Rumah Sakit harus sudah kita mulai dari sekarang.

Apa yang harus kita punya?

  • Incinerator, untuk menghancurkan sampah-sampah medis
  • Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk menormalkan kembali limbah cair yang telah digunakan di RS

Menurut saya, sangat kelewatan jika rumah sakit tidak punya incinerator (puskesmas saja punya kan?) Namun, bukan incineratornya yang menjadi permasalahan di sini. Namun, yang penting adalah:

  1. jenis Limbah Rumah Sakit yang mana saja yang masuk ke dalam incinerator,
  2. siapa bertanggung jawab terhadap Limbah Rumah Sakit sebelum masuk ke incinerator dan sesudah dibakar
  3. siapa yang bertanggung jawab dalam mengoperasikan incinerator tersebut.

Disinilah manajemen Limbah Padat Rumah Sakit harus benar-benar dipraktekkan agar tidak ada Limbah Padat Rumah Sakit yang dijual dan ditemukan di pasar.

  • Secara singkat, sampah harus dipilah-pilah sejak dari awal wadah penampungannya. Perban, kasa, alat injeksi, ampul, dan botol bekas obat injeksi, kateter, swab, plester, masker, sediaan atau media sampel dan bangkai binatang percobaan. Semuanya harus dipisahkan dengan sampah non medis seperti kertas, bungkus plastik makanan, kertas, sisa sayuran dan sisa masakan. Ingat, incinerator hanya untuk sampah medis padat, bukan untuk sampah padat nonmedis. (teknik wadah penampungan dan pemilahannya silahkan cari sendiri ya… banyak kok)
  • Kemudian IPAL, ada banyak sekali jenis IPAL dan caranya, yang paling penting adalah, hasil akhir dari IPAL harus dibawah ambang batas limbah. Limbah cair medis biasanya adalah zat-zat kimia atau sisa cairan obat-obatan, sedangkan limbah cair non medis berasal dari Kotoran manusia seperti tinja dan air kemih yang berasal dari kloset dan peturasan di dalam toilet atau kamar mandi dan air bekas cucian yang berasal dari lavatory, kitchen sink, atau floor drain dan ruangan – ruangan di rumah sakit.

Yang pastinya, yang paling penting adalah monitoring, pemeliharaan dan evaluasi semua yang telah dikerjakan, adalah lebih baik tetap rajin melakukan monitoring pengelolaan limbah dan evaluasi bersama BPLHD daerah setidaknya tiga bulan sekali. (Ditulis Oleh dr. Harry Wahyudhy Utama MARS (insya allah))

Baca Juga:

Loading...

1 Trackback / Pingback

  1. KUMPULAN CATATAN KULIAH ADMINISTRASI RUMAH SAKIT « klikharry

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*