ABSES HATI

ABSES HATI

Gejala-gejala berdasarkan anamnesis:
·         demam/panas tinggi merupakan keluhan yang paling utama,
·         nyeri pada kuadran kanan atas abdomen, seperti ditusuk atau di tekan, rasa sakit akan berubah saat berubah posisi dan batuk
·         batuk sebagai gejala iritasi diafragma
·         rasa mual dan muntah,
·         berkurangnya nafsu makan,
·         penurunan berat badan yang unintentional.
·         sindrom klinis klisik berupa nyeri spontan perut kanan atas, yang di tandai dengan jalan membungkuk kedepan dengan kedua tangan diletakan di atasnya.( Herrero, M., 2005
·         Terkadang mengeluh nyeri di dada kanan
Pemeriksaan fisik:
·         Nyeri tekan pada regio perut kanan
·         Perbesaran hati 3-6 jari
Pemeriksaan tambahan:
A.  Darah:
·         Hb menurun,
·         leukositosis yang tinggi dengan pergeseran ke kiri,
·         kadar albumin berkurang,
·         globulin,
·         bilirubin serum meningkat,
·         fosfatase alkali meningkat, 
·         SGOT-SGPT,
·         peningkatan laju endap darah,
·         peningkatan enzim transaminase dan waktu protrombin yang memanjang.
B.  Rontgen thorak:
·         peninggian kubah diafragma kanan,
·         berkurangnya gerak diafragma,
·         efusi pleura,
·         kolaps paru dan
·         abses paru.

C.   Foto Polos Abdomen:
·         berupa gambaran ileus,
·         hepatomegali atau gambaran udara bebas di atas hati
·         jarang didapatkan berupa air fluid level yang jelas.

D.  USG
·         bentuk bulat atau oval
·         tidak ada gema dinding yang berarti
·         ekogenisitas lebih rendah dari parenkim hati normal
·         bersentuhan dengan kapsul hati
·         peninggian sonic distal

E.   Serologi
·         indirect haemaglutination (IHA), Yang banyak dilakukan adalah tes IHA. Tes IHA menunjukkan sensitivitas yang tinggi. Titer 1:128 bermakna untuk diagnosis amoebiasis invasive.
·         counter immunoelectrophoresis (CIE), dan
·         ELISA.
DiAGNOSIS
Criteria Sherlock :
1. hepatomegali yang nyeri tekan
2. respon baik terhadap obat amoebisid
3. leukositosis
4. peninggian diafragma kanan dan pergerakan yang kurang
5. aspirasi pus
6. pada USG didapatkan rongga dalam hati
7. tes hemaglutinasi positif
Kriteria Ramachandran (bila didapatkan 3 atau lebih dari) :
1. hepatomegali yang nyeri
2. riwayat disentri
3. leukositosis
4. kelainan radiologis
5. respon terhadap terapi amoebisid
Kriteria Lamont dan Pooler (bila didapatkan 3 atau lebih dari ) :
1. hepatomegali yang nyeri
2. kelainan hematologis
3. kelainan radiologis
4. pus amoebik
5. tes serologic positif
6. kelainan sidikan hati
7. respon yang baik dengan terapi amoebisid
PENGOBATAN DAN TINDAKAN
Medikamentosa
1. Metronidazole : 3×750 mg selama 5-10 hari dan ditambah dengan ;
2. Kloroquin fosfat : 1 g/hr selama 2 hari dan diikuti 500/hr selama 20 hari, ditambah;
3. Dehydroemetine : 1-1,5 mg/kg BB/hari intramuskular (maksimum 99 mg/hr) selama 10 hari.

Tindakan aspirasi terapeutik
Indikasi :
1. abses yang dikhawatirkan akan pecah
2. respon terhadap medikamentosa setelah 5 hari tidak ada.
3. abses di lobus kiri karena abses disini mudah pecah ke rongga perikerdium atau peritoneum.
3. Tindakan pembedahan

Pembedahan dilakukan bila :
1. abses disertai komplikasi infeksi sekunder.
2. abses yang jelas menonjol ke dinding abdomen atau ruang interkostal.
3. bila terapi medikamentosa dan aspirasi tidak berhasil.
4. ruptur abses ke dalam rongga intra peritoneal/pleural/pericardial.
Tindakan bisa berupa drainase baik tertutup maupun terbuka, atau tindakan reseksi misalnya lobektomi.

Penatalaksanaan
·         drainase terbuka secara operasi dan
·         antibiotik spektrum luas oleh karena bakteri penyebab abses terdapat didalam cairan abses yang sulit dijangkau dengan antibiotik tunggal tanpa aspirasi cairan abses.
KOMPLIKASI
·         septikaemia/bakteriemia
·         Ruptur abses hati,
·         peritonitis generalisata
·         empiema,
·         fistula hepatobronkial,
·         ruptur kedalam perikard atau retroperitoneum.
·         efusi pleura,
·         pneumonia.
·         Fistula bronkopleura, biliopleura dan biliobronkial juga dapat timbul dari reptur abses amuba. Pasien-pasien dengan fistula ini akan menunjukan ludah yang berwarna kecoklatan yang berisi amuba yang ada. (Adams, E. B., 2006).
DAFTAR PUSTAKA
·         Julius : Abses Hati Amoebik ; dalam Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam, Soeparman, dkk (editor), jilid I edisi pertama, Balai Penerbit FKUI, Jakarta, 2001, hal 328-332.
·         S.A. Abdurachman, Abses Hati Amobik, dalam buku Gastroenterohepatologi, H. Aziz, jilid 3, Balai Pustaka, Jakarta, 1995, hal 395-402.
·         Elizondo G, Weissleder R, Stark DD et al, Amoebic Liver Abcess : Diagnosis and Treatment Evaluation with MRI imaging, Radiology, 1987. Hal 563-568
·         http://info-medis.blogspot.com/2008/11/abses-hati-liver-abscesses.html
·         http://www.irwanashari.com/2010/04/abses-hati.html
·         http://panmedical.wordpress.com/2010/04/10/abses-hati/
·         Http://netral-collection-knowledge.blogspot.com/2009/07/abses-hepar.html
Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*