dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

Blog Kedokteran sebagai Media Komunikasi Pasien dan Dokter

Dari: CDK 160 / vol. 35 no. 1 Jan – Feb 2008

Dani Iswara*, Anis Fuad**

Salah satu media Internet yang kini makin populer adalah blog. Sekitar 120.000 blog baru bermunculan tiap hari atau 1,4 blog baru tiap detiknya.1 Di Indonesia, media ini cukup populer sebagai media alternatif sehingga muncul inisiatif penetapan tanggal 27 Oktober sebagai Hari Blog Nasional oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, Bapak Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh, D.E.A. pada Pesta Blogger 2007 yang lalu di Jakarta. Bagaimana dengan dunia blog kedokteran (medical blogosphere)?
Saat ini penulis mencatat setidaknya terdapat 80-an buah blog kedokteran Indonesia yang terkumpul di Bloglines Kesehatan dan separuhnya masih aktif dalam 6 bulan terakhir.2 Blog kedokteran Indonesia yang dimaksud adalah blog yang menyatakan dikelola oleh dokter (umum, spesialis, gigi, hewan) atau mahasiswa kedokteran baik pribadi maupun komunitas warga negara Indonesia. Sebagian besar blog kedokteran memuat informasi kesehatan dan kedokteran. Daftar blog (personal) kedokteran Indonesia yang masih aktif dalam 6 bulan terakhir akan dilampirkan pada akhir tulisan.
Tulisan ini akan menyajikan pengertian blog secara umum, beberapa karakteristik blog kedokteran, kelebihan dan kekurangan blog serta potensinya sebagai media komunikasi pasien-dokter.
Pengertian blog
Blog berasal dari kata web log, kini sering disebut weblog-dipopulerkan oleh Jorn Barger (1997) atau blog-dipopulerkan oleh Peter Merholz (1999), diartikan sebagai sesuatu yang termuat di situs web berdasarkan urutan waktu tertentu. Sebagai kata kerja, ‘blog’ merupakan suatu kegiatan mengelola blog. Sejarah selengkapnya dapat dilihat pada ha-laman Wikipedia tentang blog.
Pernyataan ‘sesuatu yang termuat’ di atas bermaksud bahwa suatu blog dapat memuat teks (seperti pada umumnya), foto (photoblog), video (vlog), audio (podcasting) maupun berita singkat (micro-blogging). Blog yang berbasis web ini; ada juga yang menyebutnya sebagai catatan harian terkoneksi/terhubung (online), biasanya juga memiliki sistem komentar, umpanan (feed), menyajikan berkas (file) media lain (misalnya gambar, animasi, presentasi, permainan) serta taut (link) topik terkait.3 Tersedia beberapa layanan mesin blog yang dapat dimanfaatkan gratis, diantaranya Blogger (http://www.blogger.com/) dan WordPress (http://www.wordpress.com/).
Sebagai sebuah media sosial, blog menawarkan interaktivitas (walaupun blog dapat pula digunakan sebagai jurnal harian pribadi yang hanya boleh diakses pribadi, kelompok atau orang-orang tertentu seperti blog keluarga, organisasi, perusahaan). Pengunjung atau pembaca dapat memberikan komentar pada tiap tulisan, kecuali pengelola membatasi fitur ini. Komentar yang masuk dapat diatur agar melalui proses mo-derasi dahulu atau seijin pengelola. Sehingga tercipta komunikasi dua arah, sahut menyahut komentar, berkunjung ke blog lain (blogwalking) dan berbagai kemudahan pengelolaan lainnya. Agak berbeda dengan situs web biasa yang cenderung satu arah dan pengelolaannya relatif lebih sulit. Kita pun dapat mengikuti tulisan dan komentar terbaru tanpa harus berkunjung langsung ke blog bersangkutan, dengan memanfaatkan umpanan (feed) serta surat elektronik (email). Penulis blog dapat mengelola komentar blog yang masuk via surat elektroniknya. Saling

bertukar taut tentang topik dan blog terkait, memperluas jejaring pertemanan, berbalas komentar hingga pertemuan dan kegiatan di dunia nyata dapat terwujud berkat blog. Interaksi terjadi bukan hanya di dunia maya (virtual) tapi juga di dunia nyata.
Pengelola blog dapat langsung berlaku sebagai administrator (‘admin’), penulis maupun editor. Selanjutnya, pengelola blog akan kita sebut sebagai ‘blogger’. Jadi penulis blog kedokteran dapat dikatakan sebagai ‘med blogger’.
Konsep berbagi dan interaktivitas melalui Internet membuka cakrawala baru bagi hubungan pasien dan dokter. Selama ini mungkin kita telah mengenal adanya kelompok diskusi via surat elektronik (mailing list), forum dan situs-situs kesehatan-kedokteran. Blog memiliki nuansa personalisasi bagi perorangan maupun kelompok. Masing-masing blog bebas memilih topik sesuai minatnya. Pada tulisan berikutnya akan kita lihat karakter blog kedokteran dari sudut pandang pengunjung atau pembaca.
Karakteristik blog kedokteran
Mengacu pada pentingnya validasi informasi kesehatan di Internet dari The Health on the Net Foundation (HON), ada beberapa aspek yang perlu diperhatikan saat membaca suatu blog kedokteran.
Seperti blog umumnya, pengunjung dapat mengetahui identitas penulis blog, alamat surat elektronik atau formulir kontak di menu ‘Tentang’ (‘About’) dan ‘Kontak’ (‘Contact’). Jati diri pengelola mungkin jarang ditelusuri pengguna, seperti pada suatu penelitian yang menyatakan bahwa pengguna lebih mementingkan sumber tulisan dan desain yang profesional.4 Walaupun demikian, informasi pengelola sebaiknya tetap dicantumkan untuk menjaga kredibilitas blog. Kadang disertai pula pernyataan bahwa tulisan di blog kedokteran tersebut tidak berhubungan dengan institusi atau organisasinya. Tidak pula bermaksud untuk menggantikan nasihat dokter saat konsultasi di ruang praktik. Anonimitas pun turut dihargai, terutama yang berhubungan dengan identitas pasien maupun organisasi.
Pada tiap tulisan, pembaca mungkin menemukan bahwa tulisan tersebut adalah pendapat pribadi, pengalaman atau review tulisan/penelitian lain. Tulisan yang mengandung pernyataan ilmiah akan menyertakan kuotasi atau taut sumber sehingga pembaca dapat menelusuri lebih lanjut. Hal ini sesuai dengan kaedah kedokteran berbasis bukti (evidence-based medicine).
Topik yang disajikan pun beragam, tidak ada pembatasan. Hal ini pun disarankan bagi blogger pemula agar tidak bingung memilih topik blog. Tidak selalu membahas kesehatan-kedokteran. Beberapa teman sejawat dokter bahkan memiliki lebih dari 2 blog dengan topik yang tersegmentasi. Ada yang sesuai dengan minat, spesialisasi atau bidang yang tengah digeluti. Bahkan pengalaman sehari-hari di kala praktik. Pembaca akan menemukan lingkungan orang-orang kedokteran dari sudut pandang pengelolanya. Tidak jarang isinya memuat bermacam kritik serta saran terhadap situasi dan kebijakan kesehatan negara kita.

Selengkapnya di >>>>klik here

Loading...

Comments

Add a Comment
  1. setuju adanya wadah informasi dan komunikasi dokter-pasien. Salam kenal.

  2. Kami menawarkan koleksi DVD Ebook kedokteran yang fantastis. Koleksi ini kami klaim sebagai kumpulan ebook kedokteran yang terlengkap di INDONESIA. Klaim ini silakan bisa dicek lewat situs pencari seperti G00gle. =)

    Dengan jumlah koleksi sebanyak lebih dari 6000 (enam ribu) judul ebook, koleksi ini dijamin dapat memenuhi kebutuhan anda akan referensi dan literatur tambahan.

    Harganya murah saja, cukup dengan 500 ribu rupiah + ongkos kirim, koleksi berharga ini sudah berada di tangan anda…

    Ayo ayo,, ajak kawan2 dan kolega untuk patungan,, persediaan terbatas…

    Untuk list selengkapnya kunjungi alamat berikut ini :

    >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    http://mediklopedia.blogspot.com/
    <<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

    Terima kasih atas perhatiannya,,,
    Salam hangat

  3. Bpk.DR.SULARDI. MM beliau selaku DEPUTI BIDANG BINA PENGADAAN, KEPANGKATAN DAN PENSIUN BKN PUSAT,dan dialah membantu kelulusan saya selama ini,alhamdulillah SK saya tahun ini bisa keluar.Teman teman yg ingin seperti saya silahkan anda hubungi bpk DR.SULARDI.MM Tlp; 0813-4662-6222. Siapa tau beliau mau bantu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016