dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

TONSILITIS KRONIS (AMANDEL BERULANG)

TONSILITIS KRONIS, APA DAN BAGAIMANA

Artikel yang saya tuliskan dibawah ini akan membahas mengenai asal muasal dari tonsilitis, mengapa kemudian disebut tonsilitis kronis, apa patologi dari tonsilitis kronis tersebut, serta gejal & tanda dri tonsilitis kronis. Selain itu juga kita akan membahas mengenai terapi dan komplikasi dari tonsilitis kronsis tersebut. IMAGE 2Radang amandel yang berulang atau disebut juga tonsilitis kronis. Pembesaran tonsil/amandel bisa sangat besar sehingga tonsil kiri dan kanan saling bertemu dan dapat mengganggu jalan pernapasan. Penyebab dari tonsilitis jenis ini berbeda dengan tonsilitis pada umumnya. Penyebab penyakit Tonsilitis kronis ini adalah kuman golongan Streptococcus beta hemolyticus, Streptococcus viridans, dan Streptococcus pyogenes. Pada individu yang rentan, peradangan dapat disebabkan oleh faktor lain selain infeksi kuman itu sendiri. Faktor yang lain tersebut antara lain;

  • debu,
  • asap rokok,
  • makanan berminyak
  • kelelahan
  • cuaca
  • buah-buahan

Karena terus menerus mengalami kontak dengan faktor diatas, akibatnya konsil mengalami radang berulang. Berulangnya radang ini, mengakibatkan tonsil menjadi membesar dan mengalami pembengkakan, bahkan sampai menghalangi jalan nafas.

Gejala yang paling sering dirasakan oleh penderita tonsilitis kronis adalah rasa terhalang di tenggorokan, mulut yang terasa kering dan nafas yang bau, tetapi jika dilihat kedalam tenggorokan, akan terlihat tonsil atau amandel yang membesar dan berbenjol-benjol.

Perbesaran tonsil pada penderita tonsilitis kronis pada anak-anak dapat menyebabkan sumbatan pada jalan nafas sehingga anak akan mengorok pada yaktu tidur sampai bisa saja terjadi sleep apnea. Pada kasus ini adanya pembesaran tonsil disertai dengan gejala yang berulang dan memberat mengindikasikan dilakukannya tonsilektomi.

Terapi definitif dari penderita penyakit Tonsilitis kronis adalah Tonsilektomi.

Tonsilektomi adalah kasus bedah yang paling banyak dilakukan oleh dokter spesialis Telinga Hidung Tenggorokan (THT) sehingga sering dianggap sebagai bedah yang kecil saja, namun tetap ada resiko karena dokter melakukan suatu tindakan memanipulasi organ tubuh. Banyak sekali komplikasinya, antara lain;1) rasa nyeri setelah operasi tonsilitis kronis tersebut, 2) serangan tonsil yang berulang atau tonsilitis relaps, 3) sumbatan jalan nafas, 4) timbulnya abses peritonsil dan 5) komplikasi terberat yaitu kematian.

Tonsilitis kronis yang sering berulang lebih dari 3 kali dalam setahun, menyebabkan sumbatan jalan nafas seperti mengorok dan tidak respon terhadap obat adalah indikasi absolut dari tonsilektomi, apalagi tonsilitis kronisnya mengakibatkan demam sehingga anak tersebut kejang demam.

 

Yang pastinya, tonsilitis kronis ini adalah penyakit yang susah-susah gampang untuk disembuhkan, karena ujung-ujungnya bisa berakhir dengan operasi tonsilektomi. Tetapi bagi orangtua yang bisa menjaga makan dan jajan anaknya, mudah-mudahan operasi tonsilektomi tersebut dapat dihindari. Jangan terkejut jika anak anda mulai terkena gangguan tonsilitis kronis pada saat kelas 1 atau kelas 2 SD. Karena pada saat itulah mereka baru mengenal berbagai macam jajanan yang terbuat dari bermacam zat pengawet yang berbahaya sehingga dianggap oleh tonsil anak kita sebagai zat yang dapat membahayakan tubuh, so buat anda para orangtua, awasi jajan anak anda agar tidak menderita tonsilitis kronis.

Baca juga:

LENGKAPNYA KLIK DI SINI: clip_image002

Loading...

1 Comment

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016