dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

Apa itu Difteri ? Outbreak Difteri di Indonesia

Saat ini penyakit Difteri sedang menjadi trend penyakit di Indonesia. Mengapa? Karena penyakit Difteri ini tidak pernah lagi ditemukan di Indonesia sejak tahun 1992 namun pada tahun 2016 dan 2017 ini mulai banyak ditemukan kembali.

Untuk diketahui bersama, penyakit Difteri ini apabila ditemukan satu saja penderita Difteri dalam suatu daerah maka daerah tersebut sudah langsung disebut sebagai suatu kejadian outbreak atau kejadian luar biasa.

Bagaimana penyakit Difteri ini bisa menginfeksi atau membuat seseorang sakit?
Penyakit Difteri ini dapat membuat seseorang menjadi sakit disebabkan karena adanya kuman Difteri yang tinggal dan merusak sel-sel tubuh manusia yang normal yang terdapat di daerah tenggorokan. Bakteri ini mengeluarkan zat racun atau zat toksin yang bisa menghancurkan sel-sel normal di daerah tenggorokan. Sebagai akibatnya terjadi kerusakan parah di tenggorokan penderita. Akibat fatal nya adalah penderita tersebut tidak bisa bernapas melalui tenggorokan dan harus dibantu pembukaan jalan nafas baru pada tenggorokan bagian bawahnya atau istilah medisnya harus dilakukan trakeostomi.

Bukan sekedar tidak bisa bernafas tapi infeksi yang terus menerus akan menurunkan daya tahan tubuh dari penderita sehingga pada akhirnya penderita akan mengalami infeksi berat dan kemudian dapat berakhir dengan meninggal dunia.

Lalu bagaimana cara pencegahannya? Cara pencegahan yaitu sesuai dengan cara penyebaran Penyakit ini; kuman Difteri ini menyebar melalui perantaraan udara dari penderita yang batuk atau bersin. Usahakan untuk tidak kontak dengan barang-barang yang terkena air liur atau ludah penderita. Menggunakan masker dan cuci tangan sampai bersih setelah kontak dengan penderita adalah salah satu cara untuk mencegah tertularnya penyakit ini. Namun karena sangat mudahnya penyakit ini menular maka melakukan imunisasi adalah salah satu cara yang paling baik yang bertujuan untuk mencegah penderita mengalami penyakit Difteri berat.

Imunisasi ini juga tidak hanya sekali namun beberapa kali sesuai dengan umur penderita dengan tujuan adalah untuk tetap menjaga kekuatan daya tahan imun seseorang terhadap serangan kuman Difteri.

Kejadian Outbreak Difteri yang terjadi di Indonesia terutama terbanyak di daerah Jawa Timur itu kemungkinan besar (berdasarkan dari informasi Departemen Kesehatan) adalah menurunnya kepatuhan masyarakat untuk melakukan imunisasi atau mengimunisasi anaknya.

Imunisasi masih menjadi hal yang sangat kontroversi pada beberapa ibu-ibu yang tidak ingin anaknya divaksin. Orang tua yang tidak ingin anaknya di vaksin ini kemudian disebut dengan istilah kelompok antivaks. Mereka mengganggap bahwa vaksinasi Difteri itu mubazir atau tidak berguna karena masih banyak juga anak-anak yang divaksinasi namun pada akhirnya masih mengalami infeksi Difteri juga.

Tetapi segala sesuatu mengenai imunisasi ini sebenarnya beralih kepada pemerintah Indonesia itu sendiri, jika Indonesia tegas dengan mewajibkan vaksinasi Difteri maka mereka yang menentang tidak bisa untuk tidak memvaksinasi anak mereka. Sejujurnya hal ini sangat diperlukan untuk menjaga Difteri ini mewabah secara global di Indonesia.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016