dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

Hari AIDS di Palembang #SayaBeraniSayaSehat

Senin, 4 Desember 2017 kemarin saya mengikuti acara blogger yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan di Hotel Excelton. Sangat bersyukur sekali karena saya termasuk salah satu blogger yang beruntung diundang dalam acara tersebut. Acara seperti ini baru pertama kali saya ikuti apalagi temu blogger kali ini difasilitasi oleh lembaga pemerintahan.

Acara ini membuka wawasan saya bahwa ternyata penyakit HIV/ AIDS adalah penyakit yang mendapatkan perhatian khusus karena sudah banyak sekali ditemukan di Indonesia. Bahkan, yang harus diketahui, untuk penderita yang berjenis kelamin perempuan sebagian besar penderitanya itu justru adalah Ibu Rumah Tangga, bukan dari golongan PSK. Hal ini saya dengar langsung oleh narasumber yang faktanya adalah seorang wanita yang hidup dengan virus HIV di dalam tubuhnya..

AYU OKTARIANI, seorang perempuan yang hidup dengan HIV membawa saya turut menjelajah ke dalam pengalaman hidupnya, bagaimana ia bisa tertular penyakit ini, bagaimana ia pernah kehilangan suami dan kehidupannya sampai ia bangkit dan turut berperan aktif untuk menghancurkan tembok diskriminasi yang tumbuh di masyarakat terhadap penderita HIV/ AIDS.

 

Apa yang Ayu alami ini memberikan suatu kesimpulan kepada diri saya sebagai seorang dokter, bahwa dalam berhadapan dengan penderita HIV, saya tidak hanya sekedar  berkewajiban mengobati penyakitnya saja, namun harus ikut memberikan support dan bantuan dari segi mental dan kejiwaan agar mereka tidak merasa kecil dan terkucilkan… Buat yang penasaran bisa langsung berkunjung ke blog Ayu Oktariani di http://www.sukamakancokelat.com

Ok… sebelum kami mendengar kisah Ayu, pagi itu saya dan teman-teman sesama blogger mendengar topik mengenai Perilaku hidup Sehat melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) yang dipresentasikan oleh Bapak Indra Rizon, SKM M.Kes selaku Kepala Hubungan Media dan Lembaga Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI.

Beliau memaparkan beberapa fakta yang terjadi saat ini, yaitu:

Fakta Pertama. telah terjadi transisi pola penyakit di Indonesia, yang dulunya lebih banyak disebabkan oleh faktor infeksi, maka saat ini telah beralih ke jenis penyakit yang disebabkan oleh karena faktor perilaku manusia, penyakit-penyakit katastropik seperti penyakit Stroke, Jantung dan Gagal Ginjal adalah contoh penyakit yang disebabkan oleh perilaku hidup yang tidak sehat.


Fakta Kedua. Penderita HIV yang ditemukan terus meningkat setiap tahunnya, sebenarnya bukan meningkat, namun semakin kesini, semakin banyak orang yang menyadari pentingnya pemeriksaan HIV, dan dari fakta ini kita tahu bahwa mungkin saja ada lebih banyak lagi orang diluar sana yang tidak tahu bahwa mereka telah terinfeksi HIV dan tanpa sadar turut menularkan virus ini kepada orang lain.


Fakta ketiga. Contoh perilaku yang tidak sehat yang paling banyak di masyarakat adalah masih kurangnya penduduk yang berusia 10 tahun ke atas dalam mengkonsumsi buah-buahan dan sayur. Selain itu, perokok muda dan kurang aktifitas fisik juga menjadi salah satu faktor perilaku tidak sehat yang dapat meningkatkan resiko terkena penyakit.

Nah.. karena ketiga fakta inilah saat ini Kemenkes mulai menggalakkan GERMAS yang tujuan utamanya adalah merubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang berperilaku hidup sehat, agak mirip sih dengan PHBS yang pernah digaungkan tahun 2010 yang lalu, namun GERMAS ini lebih menyeluruh dibandingkan dengan PHBS yang lebih berfokus pada keluarga. Fokus GERMAS di tahun 2017 ini adalah:

  1. Melakukan Aktifitas Fisik
  2. Konsumsi buah dan sayur
  3. Memeriksa kesehatan secara berkala

Setelah itu kami mendengarkan mengenai Kebijakan nasional program HIV/AIDS dan Infeksi menular Seksual dari Kasubdit HIV AIDS dan PIMS Direktorat Pencegahan Penyakit Menular Langsung (PPML) Kemenkes RI, dr. Endang Budi Hastuti. Beliau memaparkan jika penyakit HIV/ AIDS ini justru paling rentan mengenai anak usia remaja dengan rentang usia 15-24 tahun. Kondisi yang menjadi penyebabnya ada banyak sekali dan salah satunya adalah perilaku sekks bebas dan penggunaan narkoba jenis suntik. Bahkan banyak juga diantara mereka yang menjadi pemakai narkoba dan pelaku sekks bebas sekaligus. Tapi jangan salah, kondisi ini hanyalah muaranya saja, ada banyak faktor mengapa remaja lari ke narkoba maupun seks bebas. Beberapa faktor tersebut diantaranya; hidup yang jauh dari keluarga, kesenjangan ekonomi, mengalami kekerasan dalam rumah tangga, bullying oleh teman atau dapat juga karena akses ke internet yang terlalu bebas.

Yang harus kita ketahui bersama adalah, orang-orang yang terkena HIV itu sama seperti kita, mereka tidak dapat di diagnosis menderita HIV hanya dari kondisi fisik mereka. Seseorang yang menderita HIV baru akan mengetahui dirinya seorang penderita setelah ia sakit dan dirawat di rumah sakit dan tanpa sengaja diketahui bahwa ia adalah penderita HIV/ AIDS saat dilakukan pemeriksaan darah.

Ingat! HIV ini hanya menular melalui kontak darah ya,, itu artinya mandi di kamar mandi yang sama, memakai handuk yang sama dan makan dari piring dan gelas yang sama itu tidak menularkan HIV/ AIDS sama sekali. Selain itu, berciuman, pelukan, berjabat tangan, maupun gigitan nyamuk dan serangga juga tidak menularkan HIV/ AIDS. Bahkan Ayu Oktariani saat ini menikah dengan laki-laki yang bukan penderita HIV dan tidak tertular HIV/ AIDS.


Buat kita yang tidak terinfeksi HIV/ AIDS, ada baiknya kita selalu berperilaku sehat seperti tidak melakukan hubungan sekksual berganti-ganti pasangan, tidak menggunakan narkoba, melakukan skrining darah dan bagi kita sebagai tenaga kesehatan adalah selalu menerapkan kewaspadaan universal (universal precaution).

 

Pembicara terakhir dari Kota Sumatera Selatan yaitu Kabag P2P Dinkes Prov Sumsel, Feri Yanuar, SKM, MKes yang memberikan fakta bahwa sat ini sudah ditemukan kasus HIV dan AIDS sebanyak 2706 kasus dengan kasus terbanyak terjadi pada jenis kelamin pria dan bahkan ada 1% yang mengenai kelompok usia 15-19 tahun, itu sekitar 270 orang anak remaja!

 

Semoga tulisan yang saya share disini bisa bermanfaat bagi diri saya sendiri maupun orang lain dan mari kita jaga keluarga kita untuk dengan selalu berperilaku sehat! Sukseskan GERMAS! Gerakan Masyarakat Hidup Sehat! #SayaBeraniSayaSehat 

Nb: jangan cari saya dimana, karena saya udah pulang duluan, jemput anak dan istri di rumah sakit T_T

 

 

Loading...

10 Comments

Add a Comment
  1. Salam kenal doker Harry. Lengkap sekali ulasannya. Workshop kemarin meyakinkan saya utk gak gampang percaya hoax2 seputar Aids. Sungguh kejam hoax2 itu..

    1. salam kenal balik mbak Ardiba.. terima kasih udah berkunjung ke blog saya 😀

  2. Apakah HIV bisa disembuhkan?

    1. Sayangnya belum bisa disembuhkan mb.. namun bisa dikontrol.. dengan pengawasan dan perawatan yang baik penderita HIV bisa hidup seperti manusia yang lainnya.

      Terima kasih atas kunjungannya mb

  3. Blog yg menarik sekali pak Dokter. Semoga teman-teman lain bisa memahami lg tentang AIDS ini dan tidak mendiskriminasi para ODHA

    1. Semoga para pembaca yang membaca tulisan ini bisa mengerti bahwa para ODHA itu bisa hidup bahkan menikah dengan orang yang tidak terinfeksi HIV

  4. Beruntung ya dok bisa hadir ikut workshop.. Bisa mendengar sharring dari Mba Ayu manta ODHA..

    1. Ternyata di sana Kita bisa belajar lebih banyak lagi mengenai HIV dan apa yang selama ini menjadi keraguan dalam diri kita

  5. Salam kenal, dok.
    Akhirnya masyarakat awam seperti saya bisa belajar banyak tentang isu sosial yang kadang berisi berita-berita ajaib.

    Semoga makin banyak masyarakat yang teredukasi yaaa…

  6. Beruntung banget terbukti jika di Jakarta sana tidak ada barrier antara mereka yang ODHA dgn orang biasa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016