dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

PENTINGNYA ASI EKSKLUSIF

ASI Eksklusif “Bekal” Hidup Si Buah Hati. Secara alamiah sesuai kodratnya, semua ibu daoat menyusui. Namun ada sebagaian kecil ibu yang benar-benar tidak bisa menyusui. Jika ibu mampu menyusui mengapa harus ragu memberikan ASI-nya. Sangat dianjurkan ibu memberikan ASI eksklusif selama enam bulan. Artinya selama enam bulan pertama kelahiran, bayi hanya diberi ASI saja tanpa tambahan cairan atau pun makanan lainnya.

Memang sering terjadi, ketika bayi menangis, ibu mengira bayi masih laoar dan berpikir ASI saja tidak cukup lalu diputuskan memberi tambahan susu formula, bahkan ada yang memberikan pisang terlalu dini. Sistem pencernaan bayi dipaksa untuk bekerja keras, akhirnya di kemudian hari anak mengalami gangguan pencernaan.

Ibu bisa belajar dari kader Posyandu, bidan, atau dokter bagaimana cara menyusui yang benar agar lebih percaya diri dan terampil. Para selebritis pun sudah banyak yang memberikan ASI-nya. Zaskia Adya Mecca, misalnya. Artis film istri Bramantyo ini tidak malu-malu memberikan ASI kepada buah hatinya saat berada di pesawat terbang.

Banyak sekali manfaat ASI. Selain menyediakan nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan anak, ASI juga memberikan antibodi terhadap penyakit. Dan sudah terbukti bahwa ASI adalah yang makanan terbaik bahkan tidak ada susu formula yang dapat menandinginya.

Oleh karena itu, tak perlu bimbang dan ragu lagi untuk memberikan ASI eksklusif kepada anak. Begitu pentingnya ASI untuk pemenuhan gizi anak, pemerintah pun mempunyai peraturan kesehatan yang meloarang promosi pengganti ASI di fasilitas kesehatan dan hak perempuan untuk menyusui yang telah di dukung oleh peraturan pemerintah. Hukum ini akan memungkinkan negara ini untuk menyusui secara eksklusif selama enam bulan pertama dan terus menyusui selama dua tahun.

ASI diproduksi secara alami oleh tubuh ini memiliki kandungan nutrisi yang penting bagi tumbuhan kembang bayi seperti vitamin, protein, dan lemak. Bentuknya pun lebih mudah dicerna dibandingkan dengan susu formula. Memberikan ASI eksklusif berdampak positif bagi ibu dan bayinya.

Dengan memberikan ASI eksklusif, sistem kekebalan tubuh bayi lebih kuat. Sebab, air susu ibu mengandung zat antibodi yang bisa membantunya melawan segala bakteri dan virus. Jadi, risiko terserang penyakit seperti diare, infeksi telinga, infeksi saluran pernapasan, konstipasi atau sembelit (susah buang air besar), berkembang menjadi pengidap diabetes tipe 2, dan meningitis lebih rendah daripada bayi yang tidak diberikan ASI ekslusif. Antibodi dari ibu juga melindungi bayi dari serangan asma, alergi, dan eksim.

Menurut para ahli, asam lemak yang terdapat pada air susu ibu memiliki peranan penting bagi kecerdasan otak bayi. Karena ASI kaya akan asam lemak omega-3 dan omega-6 yang sangat penting untuk mendukung kecerdasan seorang anak. Bayi kurang ASI juga rentan untuk menderita infeksi, dan umumnya kurang Hubungan emosional antara ibu dan anak yang terjadi selama proses menyusui mungkin turut memberi kontribusi kecerdasan anak.

Bayi akan tumbuh dengan bobot tubuh normal jika diberi ASI eksklusif. Menurut para ahli ASI mengandung lebih sedikit insulin daripada susu formula, sedangkan insulin dapat memicu pembentukan lemak pada bayi. Selain itu, bayi juga akan memiliki leptin (hormone yang memiliki penerapan penting dalam mengatur nafsu makan dan metabolism lemak lebih banyak.

Bayi yang diberi susu selama tiga bulan atau lebih memiliki tulang leher dan tulang belakang lebih kuat dibanding yang diberikan ASI kurang dari tiga bulan atau tidak sama sekali. Bayi juga mendapat limpahan kolesterol. Pada orang dewasa, kolesterol merupakan asupan yang tidak baik. Namun itu tidak berlaku pada bayi. Kolesterol sangat dibutuhkan bayi guna menunjang tumbuh kembangnya dan zat ini banyak ditemukan pada ASI.

Dengan memberikan ASI, dapat mengurangi risiko terjadinya sindrom kematian bayi mendadak saat dia tidur. Selain itu, hubungan ibu dan anak lebih kuat. Saat menyusui, ibu akan bersentuhan dengan kulit bayinya dan saling bertatap-tatapan. Hal ini bisa memperkuat hubungan ibu dengan anaknya.

Tak perlu taku payudara jadi tak indah gara-gara memberikan ASI. Justeru memberi ASI kepada bayinya dapat mempercepat tubuhnya menjadi langsing kembali pascamelahirkan. Karena menyusui dapat membakar kalori. Kalori yang terpakai saat menyusui bisa mencapai 500 kalori per harinya.

Memberi ASI eksklusif (benar-benar tanpa tambahan apa pun) dapat sebagai KB alami karena bisa menghambat ovulasi. Disarankan memberikan ASI kapan pun bayi membutuhkan.

Menyusui bisa merangsang produksi hormone oksitoksinyang bisa memuat ibu terasa rileks. Hormone oksitoksin yang keluar saat menyusui juga dapat membantu Rahim berkontraksi. Hal ini mungkin bisa mengurangi perdarahan Rahim usai persalinan, sekaligus kembali ke bentuk Rahim sebelum hamil.

Risiko terkena kanker menurun. Sebenarnya belum diketahui dengan pasti mengapa menyusui bisa mengurangi risiko terkena kanker payudara dan ovarium. Namun menurut sebuah penelitian, semakin lama ibu menyusui semakin terlindung dari penyakit ini. Hal ini kemungkinan terjadi karena menyusui bisa menekan produksi hormone estrogen.

Ibu yang memberikan ASI eksklusif tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula. Hal ini bisa menghemat pengeluaran bulanan. Dari segi ekonomi menyusui dengan ASI paling ekonomis karena sumber daya ASI adalah karunia Tuhan yang tidak perlu dibeli. Asi adalah amanah yang harus disampaikan kepada yang berhak yaitu anak-anak kita. Selain itu suhu ASI selalu sesuai dengan suhu tubuh sehingga tidak terpapu panas dan dingin. Penyiapan ASI tentu tidak serumit penyiapan susu botol. Aspek higienitas ASI lebih terjamin daripada susu botol.

Selama menyusui, ibu disarankan untuk menjaga asupan yang masuk ke dalam tubuh. Ditakutkan asupan tersebut bisa memengaruhi ASI dan berefek tidak baik pada bayi Anda. Menerapkan pola makan sehat sangat dianjurkan ketika Anda sedang menyusui seperti mengonsumsi sayuran, buah, daging tanpa lemak, makanan berserat, susu dan minum air.

Program ASI eksklusif sayangnya tidak bisa dijalankan pada perempuan yang sedang menjalani kemoterapi untuk kanker, mengidap tuberculosis, pengguna narkoba, pengonsumsi obat-obtan tertentu, atau penderita HIV. Pesan kesehatan: Ibu yang bekerja masih tetap bisa memberikan ASI nya denganc ara memerahnya saat di tempat kerja lalu menyimpannya di dalam lemari pendingin atau termos ASI. Sebaiknya konsultasikan dengan duta-duta ASI, bidan, dokter.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com