dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

APA ITU PENYAKIT KANKER SERVIKS

Kanker serviks atau kanker leher rahim muncul pada leher Rahim, yaitu penghubung dari vagina ke Rahim. Semua perempuan memiliki risiko terserang kanker serviks, umumnya perempuan berusia di atas 25 tahun atau yang sudah melakukan aktivitas suami istri. Perempuan di bawah usia 20 tahun yang sudah melakukan hubungan suami istri berisiko dua kali lipat terserang kanker serviks.

Salah satu penyakit yang hanya menyerang kaum perempuan dan paling ditakuti adalah kanker serviks karena bisa mengancam maut atau merengut nyawa. Di Indonesia setiap hari diperkirakan terdapat 40-45 kasus baru dan sekitar 20-25 orang meninggal dunia disebabkan oleh kanker serviks. Tingginya angka kematian ini disebabkan terlambat terdeteksi dan saat terdeteksi kanker sudah menyebar di dalam tubuh penderita. Pada kondisi stadium lanjut, pengobatan lebih sulit dilakukan sehingga berisiko meninggal dunia.

Kehadiran kanker serviks sering tidak disertai gejala yang spesifik sehingga tidak dirasakan oleh penderita hingga akhirnya terdeteksi setelah kondisi sel kanker sudah menyebar ke organ lain. Padahal sejak virus penyebab kanker serviks yaitu human papilloma virus (HPV) masuk ke dalam tubuh membutuhkan waktu bertahun-tahun bahkan bisa dalam kurun waktu 10 hingga 20 tahun untuk berubah menjadi sel kanker.

Gejala yang paling sering muncul adalah pendarahan pada miss v setelah berhubungan seks, pendarahan di luar masa menstruasi, atau pendarahan setelah menopause. Namun untuk memastikannya, sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan. Selain itu, juga perlu diwaspadai jika mengalami keputihan yang tidak normal disertai pendarahan yang berlebihan, sering sakit di bagian pinggul, merasa sakit saat buang air kecil, ketika menstruasi darah yang keluar darah banyak. Ciri-ciri itu ditengarai sebagai peringatan gejala kanker serviks.

Pada stadium lanjut, penderita merasa sakit pada bagian paha atau salah satu paha mengalami bengkak, nafsu makan berkurang, berat badan tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan. Pada kondisi stadium lanjut, penderita harus menjalani terapi khusus seperti kemoterapi atau jika belum menyebar ke orang lain, bisa dilakukan dengan pengangkatan rahim.

Oleh karena itu, sebelum terlambat sebaiknya para perempuan dewasa memeriksakan dirinya dan melakukan tes Papsmear minimal dua tahun sekali atau melakukan tes IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat). Kini tes IVA bisa dilakukan di Puskesmas. Melalui skrining bisa diketahui kelainan sel kemudian bisa diobati sebagai langkah pencegahan sebelum berubah menjadi kanker. Sebagai antisipasi pencegahan agar penyakit kanker serviks tidak bersarang di tubuh, antara lain dengan menjaga kebersihan organ intim mengunakan air bersih. Air bersih memiliki pH yang netral dan aman untuk organ inti Anda. Organ intim yang bersih menghindari berbagai macam masalah kwanitaan seperti keputihan dan bau tidak sedap.

Virus HPV sangat mudah menyebar dan menular dan sangat berisiko jika ada pertukaran cairan. Anda juga perlu berhati-hati saat menggunakan kloset di WC umum. Apabila seorang penderita tidak membersihkan secara sempurna, pengguna kloset berikutnya bisa tertular. Oleh karenanya, menjaga kebersihan lingkungan juga penting. Selain itu, pencegahan lainnya  yaitu melakukan hubungan suami istri yang sehat dengan pasangan sendiri, banyak mengkonsumsi sayur dan buah, olah raga rutin (tidak harus yang berat) bisa melancarkan metabolism tubuh sehingga sel kanker sulit berkembang.

Hal yang tak kalah pentingnya untuk menghindari kanker serviks adalah melalui pola makan yang terjaga. Pilihlah jenis makanan yang sifatnya tidak karsinogenik. Beberapa jenis sayuran berikut ini baik dikonsumsi sebagai pencegah kanker serviks yang cuku ampuh menghindari kita dari kanker perenggut nyawa ini.

Kubis atau kol (brassica oleracea) mengandung vitamin A,C,E, dan vitamin K. Selain itu juga kaya akan asam folat, belerang, kalsium, zat besi, kalium, serta magnesium. Kelebihan lainnya adalah makanan ini tidak memiliki kandungan kolestrol serta lemak jenuh yang “jahat”. Sehingga sangat rendah kalori. Cocok untuk menjadi menu diet anda. Kandungan lainnya adalah lupeol, sinigrin, I3C, Sulforaphae, Serta DIM yang mampu menghambat perkembangan sel kanker serviks.

Brokoli merupakan satu-satunya sayuran yang memiliki kandungan kalsium, protein, asam lemak, omega 3 (biasanya terdapat pada ikan-ikanan), karbohidrat, lemak, kalsium, potassium, fosfor, zat besi, Zink, magnesium, vitamin A,B1,B2,B6,B3,B5,B9,C,E,K, mangan, dan triptofan. Sayuran ini juga bebas dari kandungan lemak jahat yang biasanya mampu memicu kolestrol. Sangat aman dan baik bagi tubuh.

Kandungan nutrisi untuk mencegah kanker serviks adalah folat atau vitamin B9. Fungsinya adalah mengurangi tingkat pertumbuhan sel kanker  serviks. Bahkan terdapat zat antioksidan yang merupakan salah satu senyawa anti kanker, yaitu glucoraphanin dan indole 3 carbinal. Malah zat tersebut bekerja aktif untuk mencegah dari kanker serviks, prostat, juga payudara.

Buah alpukat adalah salah satu buah yang memiliki lebih dari 25 macam nutrisi. Sayangnya beberapa wanita justru menghindarinya dengan alasan kandungan lemaknya. Tapi justru lemak yang ada di dalam alpukat adalah lemak sehat. Selain itu kandunga lain yang sehat bagi tubuh adalah kalori, 20 vitamin, mineral, lutein, serta sodium. Kandungan yang cukup bermanfaat untuk mengurangi resiko kanker, yaitu glutation dan asam oleat yang berfungsi melawat radikal bebas.

Rasberry, blueberry, dan blackberry. Buah terkenal dibeberapa Negara Eropa karena tumbuh di sana. Kandungan yang cukup mengagumkan apalagi ppada vitamin C,B1,B2,B3,B5 dan beberapa mineral seperti kalsium, besi, magnesium, fosfor, dan seng.

Zat yang cukup berperan adalah senyawa fitokimia yang mampu menghambat proses inflamasi. Proses tersebut diyakini menjadi titik tumbuh awal terjadinya penyakit alzaimer, jantung, dan kanker. Selain itu, zat lutein yang banyak sebagai antioksidan tubuh bisa menghambat dan pencegah perkembangan pada sel kanker serviks.

Teh hijau bisa melancarkan pencernaan. Juga mampu untuk melangsingkan tubuh. Banyak wanita mengonsumsinya hanya untuk dimasukan dalam program diet. Ternyata selain itu juga mampu berguna untuk mengurangi risiko kanker. Kandungan polyphenol serta flavonoid berguna untuk membuat sel kanker bekerja secara pasif. Ia juga mampu menjaga imunitas agar daya tahan tubuh anda tetap baik.

Cokelat, mengkonsumsi cokelat diyakini bisa menghilangkan stress. Cokelat mengandung alkonoid, protein, karbohidrat, vitamin, dan lemak. Kandungan terbesarnya adalah fenilalanin, asam amino triptofan, dan tyrosin. Yang dicari adalah nutrisi flavonoid karena kaya antioksidan. Fungsinya menghindari risiko pemicu kanker.

Tomat, mengandung vitamin C, vitamin A, dan zat lycopene yang mampu menghancurkan radikal bebas yang biasanya terdapat pada polusi, asap rokok, dan zat berbahaya lainnya.

Minyak zaitun, mengandung polyphenol, trigliserida, sqalene, tokoferol, omega 3, dan omega 6, serta asam lemak bebas. Minyak zaitun kaya nutrisipolipenol yang mampu mencegah dan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Jeruk, mengandung vitamin C, kandungan antioksidannya mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

Wortel. Basanya mengkonsumsi wortel untuk menjaga kesehatan mata. Ternyata wortel mengandung beta karoten yang sangat baik untuk menghambat sel kanker serviks. Bahkan nutrisinya mampu menetralisir nitrosamines yang menumbuhkan sel kanker.

Pesan ahli kesehatan, jalani pola hidup bersih dan sehat, konsumsi sayur dan buah, hindari rokok untuk mencegah serangan kanker serviks. Jalani tes IVA atau tes papsmear untuk mengetahui secara dini serangan human papilloma virus (HPV) penyebab kanker serviks. Jika memungkinkan lakukan imunisasi pencegah kanker serviks.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com