dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

VAKSINASI MENINGITIS MENINGOKOKUS

Meningitis Meningokokus Vaksin. Vaksin meningitis efektif, aman dan dapat memberikan perindungan selama tiga tahun terhadap serangan meningitis. Penyakit meningokokus adalah penyakit berjangkit. Neisseria menigitidis  (meningokokus) merupakan bakteri kokus gram negatif, yang secara alami hidup dalam tubuh manusia. Menigokokus dapat menyebabkan infeksi pada selaput yang menyelimuti  otak dan sumsum tulang belakang (meningitis), infeksi darah dan infeksi berat lainnya pada orang dewasa dan anak.

Meningitis juga dapat disebabkan oleh mikroorganisme, luka fisik, kanker, atau obat-obatan tertentu. Karena letaknya yang cukup dekat dengan otak dan tulang belakang, meningitis disebut sebagai penyakit serius, yang membutuhkan pertolongan segera. Bila tidak, dapat menyebabkan kerusakan kendali gerak, pikiran, bahkan kematian.

Meningokokus merupakan penyebab utama dari meningitis bacterial – suatu infeksi dari membrane (selaput) di sekeliling otak dan tulang belakang – sepsis – infeksi di aliran darah. Ini merupakan penyebab utama dari kematian masa anak, dan kecacatan yang dapat dicegah di negara maju dan berkembang.

Meningokokus dapat menyebabkan kematian dalam waktu 24-58 jam, setelah timbulnya gejala pertama. Menurut organisasi kesehatan Dunia (WHO), lebih kurang 5-10% dari orang yang terkena penyakit meningokokus akan meninggal dunia, bahkan setelah mereka didiagnosis dan telah menerima pengobatan.

Tanpa pengobatan, tingkat kematian penyakit meningokokus adalah 70-90%. Di antara mereka yang bisa tetap hidup, seanyak satu dari lima aorang akan menderita komplikasi seumur hidup. Seperti kerusakan otak, gangguan belajar, kehilangan pendengaran dan kehilangan anggota badan.

Untuk membantu mencegah penyakit ini, WHO dan berbagai negara di dunia merekimindasikan penggunaan vaksin meningokokus, bagi mereka yang mempunyai resiko tinggi. Seperti para remaja, para wisatawan yang berkunjung ke daerah-daerah endemisi yang pernah terjangkit, personol militer dan Jemaah umroh dan haji.

Vaksin meningitis efektif dan aman, serta dapat memberikan perlindungan selama tiga tahun. Saat ini, vaksin meningitis diwajibkan bagi jamaah haji. Tanpa imunisasi meningitis, dikhawatirkan para Jemaah yang tertular meningitis ketika menunaikan ibadah haji, akan membawa pulang kuman meningitis dan menimbulkan wabah meningitis di Indonesia.

“Selama ini, masyarakat hanya mengenal meningitis sebagai penyakit yang dapat menyerang Jemaah haji dan umroh,” ujar dr. Luthfi Mardiansyah. Faktanya, negara-negara yang sering dijadikan tempat liburan oleh warga Indonesia seperti Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Australia, merupakan daerah yang termasuk  endemic meningitis. Guna mencegah penyebaran yang semakin meluas, dan beriringan dengan meningkatnya tren berwisata ke luar negeri, sudah saatnya masyarakat mendapat pemahaman yang lebih komprehensif mengenai penyakit ini.

Infeksi meningokokus memiliki dampak negative, dan dapat  dengan sangat cepat menyebar, sehingga berujung pada kematian. Data WHO (2010), sebanyak 400 juta orang terinfeksi bakteri meningitis, dan tingkat kematian berkisar sekitar 25%.

Menurut Dr. dr. iris Rengganis, SpPD, KAI, dari Divisi Alegi Imunologi Klinik, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI/RSCM, Jakarta, menigitis dapat menyebabkan kematian, meski pun pasien telah mendapat perawatan. Dengan demikian, tindakan preventif menjadi upaya terbaik, mengikat penyakit ini dapat menyebar dengan cara sederhana. Yaitu saat seorang yang terinfeksi berbicara, batuk atau bersin.

Menigitis menjadi semakin berbahaya karena sebagian besar kasus ini menimpa orang yang sehat, tanpa adanya faktor resiko yang teridentifikasi. “Diantara satu dari 5 orang yang bisa tetap hidup, akan menderita komplikasi seumur hidup,” lanjut dr.Iris. Menurut data efikasi pemberian vaksinasi diketahui dapat membantu memperkecil resiko infeksi sampai sebesar 85%.

Pada tahun 2012, jumlah masyarakat Indonesia yang bepergian ke luar negeri mencapai 8 juta lebih. “tren bepergian ke luar negeri makin meningkat, karena banyak pilihan wisata, penerbangan akomodasi serta semakin tumbuhnya kelas menengah Indonesia. Dari sekian banyak persiapan yang harus dilakukan sebelum bepergian, persiapan kesehatan seharusnya menjadi kewajiban. Mengingat beragam penyakit mematikan yang dapat menyerang: contohnya meningitis,” ujar Nicholas Saputra, actor yang dikenal hobi wisata ke luar negeri.

Selain tren berwisata masyarakat makin tinggi, jumlah siswa-siswi Indonesia yang berencana atau melanjutkan studi ke Amerika Serikat, Australia dan Afrika Selatan, juga terus bertambah. Tahun 2013 saja, tercatat kurang lebih 7.000 mahasiswa asal Indonesia yang belajar di AS; angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 30 persen sejak 2011.

Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135

Indikasi di Indonesia, imunisasi aktif untuk remaja (mulai usia 11 ahun) dan orang dewasa yang berisiko terpapar Neisseria meningitides serogrup A, C, W-135 dan Y, guna mencegah penyakit invasif.

Vaksin meningitis Konjugat ACYW-135 (Meningococcal Grup A, C,W-135 dan Y-Conjugate Vaccine) merupakan vaksin konjugat kuadrivalen pertama, yang dapat diperoleh secara komersial di negara Uni Eropa, Wilayah Ekonomi Eropa, juga Indonesia, guna membantu melindungi empat dan kelima grup utama bakteria meningokokus.

Mayoritas dari semua kasus penyakit menigokokus di dunia, dapat disebabkan oleh kelima grup utama dari bakteri yang menyebabkan penyakit menigokokus, yaitu Neisseria meningitides.

Insiden dari masing-masing grup bisa berubah, maka adalah tidak mungkin untuk menentukan grup-grup yang akan mengakibatkan mayoriyas dan kasus-kasus penyakit dari tahun ke tahun. Salah satu dari cara paling efektif untu mencegah penyakit meningkokus adalah melalui pemberian vaksin.

Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 telah dikembangkan berdasarkan vaksin konjugat meningococcal grup C (MenC), yang diproduksi untuk mengendalikan menjangkitnya penyakit MenC di negara-negara seperti Inggris (UK) dan Kanada. Hingga hari ini, lebih dari 45 juta dosis vaksin konjugat Novartis MenC sudah didistribusikan ke seluruh dunia, untuk digunakan pada orang-orang dari segala usia, mulai anak-anak sampai orang dewasa.

Kemanjuran

Kemanjuran Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135, disimpulkan berdasarkan studi-studi imunogenisitas, yang mengukur produksi dari antibody anti-kapsular serogrup-spesifik dengan aktivitas bakterisidal.

Otorisasi pemasaran didapat berdasarkan data suatu uji klinik utama Fase III dan studi non-inferioritas, respon imun dinilai di antara remaja  berusia 11-17 tahun. Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135, ternyata non-inferior terhadap suatu vaksin meningokokus kuadrivalent polisakanida, satu bulan pasca-vaksinasi.

Setahun setelah vaksinasi, suatu proporsi yang lebih tinggi dari para remaja yang mendapat Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 tetap mempertahankan respons imum protektif, terhadap tiga hari keempatgrup meningokokus (grup C, W 135 dan Y), dengan tingkat yang sebanding yang terlihat pada serogrup A. Lebih lanjut, ketika dilakukan evaluasi pada orang dewasa berusia 56-65 tahun, satu bulan pasca-vaksinasi. Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 ternyata non-inferior terhadap ACWY-PS, dalam keempat grup meningokokus yang terkandung dalam vaksin dan secara statistic lebih superior bagi grup A dan Y.

Administrasi

Vaksin Meningitis Konjuat ACYW-135 diberikan dalam satu suntikan injeksi tunggal bagi baik remaja maupun orang dewasa.

Vaksin Meningitis Konjugat  ACVW-135 dapat diberikan pada saat yang bersamaan dengan;

  • Vaksin Tetanus. Reduced Diphtheria dan Acellular Pertusis (Tdap)
  • Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

Keamanan

Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 diindikasikan sebagai immunitas aktif pada remaja (mulai usia 11 tahun) dan orang dewasa yang beresiko terpapar Neisseria meningitides groups A,C,W-135 dan Y, guna mencegah penyakit invasif.

Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 hendaknya tidak diberikan kepada individu-individu yang diketahui hipersensitif terhadap komponen yang terdapat pada Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 atau vaksin meningokokus lain, atau vaksin-vaksin lain yang mengandung derifat Corynebacterium diphtheria. Dikarenakan oleh resiko hematoma, Vaksin Meningitis Konjugat ACYW135 hendaknya tidak diberikan kepada individu-individu  dengan gangguan perdarahan seperti hemophilia atau trombositopenia dan begitu juga tidak diberikan kepada orang-orang yang sedang menjalani terapi anti koagulan, kecuali manfaat potensialnya jauh melebihi resikonya. Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 hendaknya tidak diberikan kepada orang-orang yang sedang dalam kondisi panas tinggi akut, meskipun demam ringan dengan jangka waktu pendek bukanlah suatu kontra indikasi. Dikarenakan tiadanya data pendukung maka keputusan untuk memberikan Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 kepada wanita hamil hendaknya dievaluasi menurut resiko dari infeksi menigokokus.

Reaksi local yang paling umum dijumpai pada Vaksin Meningitis Konjugat ACYW-135 adalah fase sakit di tempat injeksi, kemerahan dan indurasi (bengkak). Reaksi sistemik paling umim adalah sakit kepala, nyeri otot, malaise, mual, nyeri sendi, mengigil, ruam dan demam. Sebagian dari reaksi-reaksi itu bisa bersifat berat.

Pasien-pasien immune compromised (gangguan kekebalan tubuh) atau pasien yang sedang menerima terapi imunosupresan mungkin menunjukkan respon yang tidak memadai terhadap vaksinasi.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com