dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

MENCEGAH RUPTUR ESOFAGUS

MENCEGAH RUPTUR ESOFAGUS. Satu akibat dari hipertensi portal adalah terjadinya varises di esophagus. Menurunkan tekanan sampai kurang dari 10mmHg, dapat mecegah rupture. Varises yang terjadi akibat pengalihan aliran darah dari vena di hati bisa berakibat fatal, terutama untuk varises yang terbentuk di saluran gastrointestinal. Varises ini dapat dengan mudah mengalami ruptur dan menyebabkan perdarahan saluran cerna bagian atas.

Sampai dengan 30% episode perdarahan pertama bersifat fatal. Sebanyak 70% pasien yang dapat bertahan melewati perdarahan pertama, berisiko mengalami perdarahan pertama, berisiki mengalami perdarahan berulang. Angka peluang hidup satu tahun selama perdarahan varises kecil, antara 32-80%.

Varises adalah kolateral portosistemik, yang terbentuk setelah kanal vaskuler terdilatasi oleh hipertensi portal. Bagian distal dari esophagus, berjarak 2-5 cm dari esofagus, merupakan bagian yang paling sering terjadi varises. Bagian ini terdiri dari vena superfisial yang kurang dapat dukungan dari jaringan sekitar. Dilatasi varises esophageal distal, bergantung pada gradien tekanan ambang.

Ketika varises esofageal terindentifikasi pada pasien dengan sirosis, risiko  terjadinya perdarahan antara 25-35%. Karena outcome setelah perdarahan pertama buruk, mengidentifikasikan pasien berisiko tinggi dan mencegah terjadinya perdarahan pertama dan penting. Skrining dengan endoskopi umumnya dianjurkan pada pasien dengan sirosis, untuk menegakkan apakah ada varises esophageal berukuran besar.

Untuk mengantisipasi terjadinya perdarahan, maka kepada pasien harus dilakukan pemeriksaan endoskopi. “Jangan menanti setelah terjadi pendarahan,” katanya. Bila sudah dilakukan endoskopi dan ternyata pasien telah masuk dalam varises tingkat 3, atau 4, walau belum terjadi pendarahan, anjurkan untuk melakukan pengikatan (ligase).

Terapi farmakologi

Tujuan terapi farmakologis pada pasien dengan perdarahan varises, adalah menurunkan tekanan portal dan tekanan intravarises. Obat-obatan yang digunakan adalah yang menurunkan aliran vena porta kolateral atau resistensi vaskuler intrahepatic (vasodilator). Obat-obatan tersebut meliputi beta-blockers, nitrat, á 2 – adrenergic blockers, spironolakton, pentoxifylline dan molsidomine.

Varises bisa rupture karena tekanan portalnya yang tinggi dan juga factor tekanan. “Jadi, memang factor tekanan itu yang utama. Kita harus menurunkan tekanan hipertensi portal, jangan sampai melewati 10 mmHg,” kata dr.Andri Sanityoso Sulaiman, SnPD-KGEH, staf Divisi Hepatologi, Departemen Ilmu penyakit Dalam, RS Ciptomangunkusumo.

Beta-blocker menurunkan aliran darah splanknik, tekanan portal dan aliran darah kolateral  gastroesofageal. Propranolol dan nadolol, betablocker non selektif lebih sering digunakan karena bekerja menghambat reseptor ß1 -adrenergic, menyebabkan vasokontriktor  splanknik dengan cara mengaktifasi reflex reseptor α -adrenergic.  Juga menghambat reseptor ß2 menyebabkan vasokontriksi splanknik dan peripheral dengan cara mengeliminasi vasodilatasi yang dimediasi reseptor beta 2.

Efektifitas beta blocker untuk profil laksis primer terhadap perdarahan variseal, telah ditunjukkan dalam bebera[a penelitian klinis terkontrol. Selain itu, suatu metaanalisa menunjukkan penurunan 40-50% risiko perdarahan (dari probabilitas 22-35% menjadi 17-22%; pooledodds ratio, 0,54). Selain itu, pada pasien yang menggunakan beta blocker. Lebih lanjut, suatu Analisa yang membandingkan propranolol dengan skleroterapi dan operasi shunt menemukan, propranolol adalah satu-satunya terapi yang cost effective untuk profilakksis primer.

Terapi endoskopi

Selama 20 tahun terakhir, terapi endoskopik diperkirakan memiliki peran penting dalam pengobatan varises esophageal. Skleroterapi dengan endoskopi, biasanya dengan etanol, sodium morrhuate, polidokanol atau natrium sulfa tertradesil, telah digunakan secara luas, dan ligase varises secara endoskopi  telah banyak dilakukan dalam decade terakhir. Masing-masing perawatan ini efektif mengeradikasi varises esophagus. Akhir-akhir ini, ligase lebih disukai, karena seefektif skleroterapi dan efek sampingnya kecil.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com