dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

APA ITU NEUROPATI DIABETIK

Apa itu Neuropati Diabetik? Neuropati Diabetik adalah kerusakan system saraf yang paling jelas dan umum, adalah di bagian kaki dan tungkai; ditandai rasa kesemutan, kehilangan sensasi (mati rasa)atau nyeri di jari-jari kaki, kemudian naik bertahap hingga tungkai.

Fakta Neuropati Diabetik

Fakta: satu dari penderita diabetes mengalami neuropati. Tingginya kadar gula dalam darah, mengganggu kemapanan saraf dalam menghantarkan sinyal juga melemahkan dinding pembuluh darah kapiler yang mensuplai saraf dengan oksigen dan nutirisi. Akibatnya, kualitas sirkulasi darah buruk dan dalam jangka panjang merusak jaringan saraf. Biasanya terjadi yang gula darahnya tidak terkontrol.

Gejala Neuropati Diabetik

Kaki merupakan yang pertama terganggu pada diabetes. Saraf di kaki adalah saraf panjang. Pangkal saraf ada di daerah pinggang, menjulur ke bawah. Makin panjang saraf, makin rentan terjadi gangguan fungsi, karena makin sedikit suplai nutrisi sampai ke ujung saraf.

Pada dasarnya, saraf sensorik memiliki fungsi proteksi pada tubuh. Misal, saat menginjak paku, rasa sakit yang ditimbulkan akan membuat kita bereaksi.

Kerusakan saraf juga dapat menyebabkan perut lambat mengosongkan isinya, suatu kondisi yang disebut gastroparesis. Jika para, gastroparesis memunculkan rasa mual yang terus-menerus, muntah, kembung dan hilang nafsu makan. Kondisi ini juga berisiko menyebabkan gula darah berfluktuasi, akibat abnormalitas pencernaan makanan.

Tekanan darah bisa turun, sehingga pasien merasa pusing terutama pada posisi dari duduk hendak berdiri; bisa sampai pingsan. Gangguan pada sistem otonom, selain menyebabkan tidak bisa menahan rasa berkemih, dapat menyebabkan disfungsi ereksi dan pada wanita menyebabkan kekeringan vagina.

Pengobatan Neuropati Diabetik

Tatalaksana neuropati diabetik adalah dengan menjaga kadar gula darah, untuk mencegah kerusakan saraf atau mengurangi saraf yang sudah rusak menjadi tidak bertambah parah. Dibantu obat-obatan untuk pengurangan rasa sakit. Antara lain menggunakan obat-obatan antidepresan, sebagai analgesic.

Obat antidepresan bekerja dengan cara menghambat reuptake noradrenalin dan 5-hydroxytryptamime. Obat-obatan ini juga memuliki efek langsung dan tidak langsung pada reseptor opioid, menghambat reseptor histamine, kolinergik, 5-hydroxytryptamine dan N-metyl-D-aspartate, serta menghambat aktivitas kala ion dan menghambat uptake adenosine.

Salah satunya adalah Doxepin, antidepresan trisiklik dan anxiolytic (anti-ansietas), yang dapat menurunkan ambilan kembali norepinephrine dan serotonin (neurotransmutters) hingga membuat kadarnya menjadi normal. Doxepin juga adalah anticholinergic – memblok saraf parasimpatetik. – dan obat pereda nyeri.

Awalnya, Doxepin adalah antidepresan yang diberikan pada dewasa dengan masalah kecanduan alcohol, depresi dan/atau kecemasan yang berhubungan dengan penyakit organik. Juga digunakan pada anak usia  > 12 tahun, dengan masalah depresi dan/atau kecemasan.

Penelitian lebih lanjut menunjukkan, Doxepin bisa dimanfaatin sebagai analisik. Sebuah penelitian dilakukan Gary McCleane, dengan pemberian topical 3.3% doxepin hydrochloride oada pada penderita neuropati kronik. Dilakukan dengan metode double-blind, pada 200 orang dewasa penderita neuropati.

Responden menerima plasebo dan Doxepin selama 4 minggu. Tercatat ada keluhan rasa sakit, terbakar dan kebas. Hasilnya, dalam 2 minggu terjadi penurunan rasa sakit pada kelompok yang mendapat Doxepin. Tapi idak pada kelompok plasebo.

Rasa terbakar dapat ditekan dengan pemberian krim Doxepin. Tercatat ada efek samping yang biasa terjadi dalam pemberian antidepresan seperti: mulut kering, mengantuk dan pusing minimal.

Penelitian ini menguatkan riset Gary sebelumnya, pada 40 penderita neuropati yang diberikan Doxepin HCL 5%. Hasilnya, dari 75% responden yang menunjukkan hasil (sampel tidak eror), terdapat penurunan rasa sakit yang signifikan, sebanyak 1,18, P < 0.01). (jie)

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com