dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

APA ITU SIROSIS HEPATIS DARI HEPATITIS

Apa itu sirosis hepatis? Sirosis Hepatis adalah perubahan bentuk anatomi dan struktur hati yang disebabkan oleh penyakit hepatitis yang telah berjalan tahunan. Pada sirosis yang terkompensasi, fungsi hati masih cukup baik. Tapi pada sirosis yang dekompensasi, sudah minimal sekali fungsi hatinya dan sudah terjadi komplikasi.

Sirosis yang dekompensata berujung pada hipertensi portal, dan menyebabkan berbagai komplikasi. Menurunkan tekanan pada darah portal dapat mencegah komplikasi.

KOMPLIKASI SIROSIS HEPATIS

Sebenarnya, kapasitas fungsi hati sangat besar. Kalau fungsinya masih tersisa 20% saja, hati masih bisa berfungsi. Kalau sudah di bawah itu, komplikasi mulai muncul. Kalau sudah muncul gejala komplikasi sirosis, berarti fungsi hati sudah di bawah 20%. Pada sirosis yang sudah dekompensasi, hati sudah mengalami kerusakan. Pembuluh darah akan mengalami sumbatan, menyebabkan peningkatan tekanan darah di vena porta, yang disebut hipertensi portal. Dari hipertensi portal, berkembang berbagai komplikasi  lain seperti perdarahan esophageal, asites dan ensefalopati hepatik.

“Kalau komplikasi-komplikasi sirosis berlanjut, yang paling berbahaya adalah varises esophagus,” kata dr. Andri. Tekanan portal yang meningkat menyebabkan asites, yaitu pengumpulan cairan dalam rongga perut. Sehingga, perut pasien jadi buncit. Bisa terjadi ensefalopati hepatik. Bisa juga terjadi sindroma hepatorenal.

KOMPLIKASI VARISES ESOFAGUS

Untuk yang varises, semakin tinggi tekanan darah di vena porta, aliran darah mengalir balik. Aliran darah akan mencari pintasan, supaya bisa melewati tekanan yang tinggi. . Batasan tekanan porta adalah 10 mmhg. Kalau sudah lewat dari nilai tersebut, akan terbentuk varises. Kalau lebih tinggi lagi, melewati 12 mmHg, kemungkinan pecahnya varises semakin besar.

PENGOBATAN HIPERTENSI PORTAL

Pengobatan hipertensi portal, difokuskan pada mengelola atau mencegah komplikasi, terutama perdarahan varises. Diet, obat-obatan, terapi endoskopik, pembedahan dan prosedur radiologi, semua memiliki peran dalam mengobati atau mencegah  komplikasi. Perawatan lainnya, tergantung pada tingkat keparahan gejala, dan pada seberapa baik hati berfungsi.

Terapi Endoskopi

Terapi endoskopi biasanya merupakan pengelolaan lini pertama, untuk perdarahan varises. Biasanya dilakukan dengan pengikatan. Pengikatan adalah prosedur; ahli gastroenterelogi kadang-kadang digunakan ketika pengikatan tidak dapat dilakukan. Prosedur ini dilakukan dengan menyuntikan suatu larutan ke dalam varises yang mengalamami pendarahan, untuk menghasilkan bekas luka.

Terapi Obat-obatan Beta blocker

Beta blockers nonselektif (nadolol ata propranolol), dapat diberikan sebagai monoterapi atau dikombinasi dengan terapi endoskopik, untuk mengurangi tekanan pada varises dan mengurangi resiko pendarahan ulang. Beta blocker nonselektif, juga diresepkan untuk mencegah pendarahan varises pertama pada pasien dengan varises yang berisiko mengalami perdarahan. Pengikatan variseal esophageal juga telah digunakan untuk tujuan itu, terutama pada pasien yang tidak toleran terhadap beta blockers.

Sebuah teman baru yang dipublikasikan di jurnal Gastroenterolgy edisi Mei 2009 menyebutkan, Simvastatin efektif menurunkan tekanan darah portal dan memperbaiki perfusi hati pada pasien dengan sirosis. “Simvastatin memperbaiki generasi oksida nitrat di hati, dan disfungsi endotel hepatic pada pasien sirosis. Jadi, obat ini bisa jadi terapi yang efektif pada hipertensi portal,” kata seorang peneliti, Dr. Jaime Bosch, dari Universitas Barcelona, Spanyol.

Pilihan Pengobatan Lain

Bagi mereka dengan hipertensi portal, jika terapi endoskopik, terapi obat, dan/atau perubahan diet tidak berhasil mengendalikan pendarahan varises. Ada beberapa pilihan pengobatan. Tujuannya untuk mengurangi tekanan dalam pembuluh darah prosedur dekompresi meliputi:

  • Transjugular intrahepatic portosystemic shunt (TIPS): prosedur ini mencakup pemasangan sent (suatu alat berbentuk pipa) di tengah-tengah hari. Sent menghubungkan vena hepatic dengan vena portal.
  • Distal splenorenal shunt (DSRS): Prosedur ini menghubungkan vena dari limpa ke vena di ginjal kiri, unutk mengurangi tekanan pada varises dan mengendalikan perdarahan.

 

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016