PUTUS LIGAMEN ACL PADA OLAHRAGAWAN

CEDERA LIGAMEN ACL. Cedera adalah sebuah kata yang sangat menghantui setiap penggila olahraga baik sebagai hobi maupun professional. Salah satu jenis cedera yang bisa didapat adalah “cedera Ligamen ACL” dimana bisa mengakhiri karir seorang atlet dan menghentikan hobi berolahraga bagi penderitanya.

 

Apakah sebenarnya Cedera Ligamen?

Anterior cruciate ligament atau sering disebut ACL, merupakan satu dari empat ligamen utama pada sendi lutut. ACL adalah ligamen atau urat di dalam sendi yang menjaga kestabilan sendi lutut, dan seseorang yang mengalami cedera pada ACLnya sering mengeluh tanda-tanda lututnya tidak stabil dan seperti akan keluar dari tempatnya. Cedera ACL sering terjadi pada olah raga  high-impact, seperti sepak bola, futsal, tenis, badminton, bola basket dan olah raga bela diri.

Ada beberapa pilihan untuk bagaimana melakukan operasi ACl. Pilihan tersebut berupa single atau double bundles, yaitu menggunakan ligamen dari hamstring sebagai donor menggantikan ACL dibuat sebagai bundle tunggal atau bundle ganda.

Berdasar adanya implant yang dipakai, dibedakan menjadi tehnik implantless (tan implant) dan tehnik menggunakan implant berupa screws, button dan beberapa tehnik lain. Pertimbangan tehnik dan penggunakan implant sangat tergantung pada aktifitas dasar pasien, dana yang tersedia, merupakan tindakan operasi revisi maupun kemampuan ahli bedah orthopedi yang akan melakukan tindakan. Setelah operasi, pasien dapat langsung merasakan lututnya sangat stabil dan kira-kira setelah 6 (enam) bulan rehabilitasi, pasien dapat kembali ke aktifitas high-impact sports.

 

Bagaimana cara rehabilitasinya?

Rehabilitasinya adalah salah satu aspek yang paling penting, tapi terlalu sering diabaikan setelah rekontruksi bedah ACL. Rehabilitasi setelah operasi ACL berfokus pada gerakan untuk mengembalikan kekuatan otot yang melibatkan sendi lutut, dan meningkatkan stabilitas sendi untuk mencegah cedera masa depan.

Disamping pedoman umum untuk pemulihan ACL, juga sangat penting untuk setiap mengikuti latihan rehabilitasi yang memungkinkan pada lutut seseorang. Proses yang terlalu cepat atau terlalu lambat dapat menjadi pedoman untuk hasil keseluruhan dari operasi, oleh sebab iitu sangat penting untuk memastikan ahli terapi dan dokter anda untuk menuntun masa rehabilitasi anda.

Bagaimana bila tidak dilakukan operasi rekontruksi?

Pertimbangan dilakukan tindakan operasi rekontruksi ACL adalah mengembalikan stabilitas lutut ke keadaan semula seperti sebelum cedera sehingga penderita bisa melakukan aktifitas seperti sediakala khususnya olah raga. Bila dilakukan tindakan operasi rekontruksi ACL stabilitas lutut akan terganggu meskipun pasien masih dapat melakukan aktifitas sehari-hari. Dalam jangka panjang hal tersebut akan meningkatkan resiko terjadinya osteoarthritis yang muncul lebih dini.

Pada umumnya ACL dapat cedera pada keadaan ketika sedang lari mendadak berhenti kemudian berputar arah sehingga menyebabkan lutut terpuntir atau lompat dan mendarat dengan posisi lutut terpuntir.

Pada saat cedera biasanya pasien akan mendengar suara seperti ada yang patah dalam sendi. Saat itu tiba-tiba pasien merasa ‘kehilangan tenaga” dan langsung jatuh. Kadang-kadang setelah beberapa saat, pasien dapat berjalan kembali tetapi pincang, sendi lutut sulit digerakan karena nyeri, dan diikuti dengan bengkak.

Namun sering, setelah 1-2 hari, pasien dapat jalan seperti biasa. Keadaan ini bukan berarti ACL sudah sembuh. Pada perkembangannya pasien akan merasakan lututnya tidak stabil, gampang goyanh dan sering timbul nyeri. Dengan cedera ACL pasien akan sulit sekali untuk dapat melakukan aktifitas high-impact sports, seperti main bola, futsal, basket atau badminton.

Bagaimana cara pendiagnosaan robekan pada ACL?

Pendiagnosaan robekan ACL dapat dilakukan dengan beberapa cara. Pasien yang menderita robekan ACL biasanya mengalami cedera pada lutut. Cederanya biasanya berhubungan dengan olah raga. Mereka merasakan bunyi “pop” pada lutut mereka, dan biasanya tidak stabil.

Robekan pada ACL mengakibatkan pembengkakan pada lutut dan rasa sakit. Pada saat penyelidikan, dokter anda akan mencari tanda-tanda ketidakstabilan pada lutut. Special test tersebut adalah dengan memberi  tekanan pada ACL dan akan mendeteksi robekan ligamen. MRI juga digunakan untuk memastikan robeknya ligamen dan juga untuk melihat apakah ada bagian lain yang rusak.

Banyak pasien dengan robekan ACL mulai merasa baikan dalam masa beberapa minggu dari tanggal kejadian. Mereka akan merasakan lututnya kembali seperti normal tetapi masalah dengan ketidakstabilan mungkin masih dirasakan.

Bagaimana perawatannya?

Sebagian besar Cedera ACL Ligamen memerlukan tindakan operasi Arthroscopy ACL Reconstruction agar pasien dapat pulih seperti sedia kala. Perbaikan ligamen yang lain untuk menggantikan fungsi ligamen yang putus.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*