dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

PETUGAS ADMISI DALAM AKREDITASI RUMAH SAKIT

Akreditasi versi terbaru dari KARS yang mengadopsi JCI memang benar-benar merombak konsep rumah sakit di Indonesia. Salah satu konsep baru yang kini mulai harus diterapkan adalah kehadiran Petugas Admisi. Sebenarnya kehadiran petugas Admisi ini sudah sejak lama ada dan hal ini sudah diterapkan oleh beberapa Rumah Sakit yang sudah lebih dahulu mengadopsi sistem dari luar negeri, namun jumlahnya masih sangat sedikit sekali.

petugas-admisi

Beberapa tahun yang lalu saya sudah pernah membahas mengenai admisi ini ditulisan saya yang berjudul :  Admissions dan Discharge Di Rumah Sakit

Kehadiran petugas admisi ini mutlak diperlukan seiring dengan perubahan orientasi rumah sakit yang kini menganut Patient Centered Medicine.

Lalu mengapa harus ada admisi? Hal ini sesuai dengan standar akreditasi Akses Pelayanan dan Kontinuitas Pelayanan yang harus dimiliki oleh rumah sakit. Petugas admisi disini memang mempunyai job description yang jelas dan berbeda. Tugas utama dari petugas admisi adalah mengurusi segala keperluan persyaratan administrasi pasien yang akan masuk untuk dirawat inap di rumah sakit, dengan rincian pekerjaan yang bisa dikembangkan tergantung dari kebijakan rumah sakit.

pekerjaan-petugas-admisi

Namun beberapa hal wajib yang harus dilakukan oleh petugas admisi tersebut adalah:

    1. Menjelaskan mengenai hak-hak pasien dan keluarga selama di rumah sakit
    2. Menjelaskan mengenai kewajiban pasien dan keluarga selama di rumah sakit
    3. Menjelaskan mengenai rincian biaya penginapan dan fasilitas serta pelayanan apa saja yang didapat selama tinggal di rumah sakit
    4. Menjelaskan mengenai hasil pemeriksaan dan diagnosis dokter, mengapa pasien tersebut perlu dirawat inap
    5. Menjelaskan mengenai prosedur yang akan diberikan kepada pasien, termasuk kemungkinan terjadinya efek samping dan komplikasi yang mungkin terjadi.
    6. Mengurus semua yang diperlukan oleh pasien, sehingga keluarga pasien tidak perlu direpotkan lagi untuk bolak balik dengan alasan sederhana sekali, salah satunya urusan fotokopi.
    7. Meminta persetujuan rawat inap kepada keluarga.

Lalu siapa yang berhak menjadi petugas admisi, atau apa sih standar pendidikan yang harus dimiliki oleh petugas admisi? Patokan standar dari petugas admisi itu ternyata tidak ada mengingat memang tidak ada jurusan atau gelar khusus bagi petugas admisi. Sebab itulah Rumah sakit boleh mendudukkan semua tamatan dan gelar pada posisi ini. Kemampuan dan skill penting yang harus dipunyai oleh petugas admisi itu adalah:

  1. Kemampuan komunikasi, terutama Hak Pasien dan Keluarga
  2. Kemampuan mengorganisir dokumen
  3. Kemampuan menjelaskan mengenai diagnosis dokter
  4. Kemampuan menjelaskan mengenai obat dan efek sampingnya
  5. Mempunyai rasa empati terhadap pasien

petugas-admisi-rumah-sakit

Melihat dari 5 kemampuan ini, jelas sekali jika satu jurusan tertentu tidak dapat dijadikan dasar khusus, karena itulah petugas admisi boleh dari pendidikan mana saja, namun masih diperlukan pendidikan dan pelatihan tambahan khusus dari rumah sakit itu sendiri agar seorang petugas admisi itu kemudian siap bekerja.

Mungkin ini saja tulisan saya mengenai petugas admisi di rumah sakit, semoga dapat membantu rekan-rekan semua yang sedang bekerja keras menghadapi akreditasi rumah sakit, sukses! dr. Harry Wahyudhy Utama, MARS

 

Loading...

1 Comment

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com