dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

GEJALA TANDA DAN DIAGNOSIS TUBERKULOSIS PADA ANAK

Diagnosis TB pada anak. Melakukan diagnosis TB pada anak sama sekali berbeda dengan cara mendiagnosis TB pada orang dewasa. Gejala dan tanda TB pada anak sangat bervariasi.

Berikut ini gejala dan tanda TB pada anak

  1. Nafsu makan tidak ada atau kurang (anoreksia);
  2. Masalah Berat Badan (BB), berupa:
    BB turun tanpa sebab yang jelas,
    BB tidak naik dalam 1 bulan dengan tatalaksana gizi yang adekuat, atau BB naik tapi tidak sesuai dengan grafik tumbuh.
  3. Malaise, letargi, anak tampak lemah dan lesu, tidak bergairah seperti anak sehat (≥2 minggu)
  4. Demam lama (subfebris)  ≥2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas;
  5. Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang biasanya multipel, saling melekat dan tidak nyeri tekan; biasanya di daerah kolli
  6. Batuk menetap ≥3 minggu dan sebab lain telah disingkirkan;
  7. Diare persisten (lebih dari 2 minggu) yang tidak sembuh dengan tatalaksana diare yang baku.

Untuk dapat lebih memahami cara melakukan diagnosis TB pada anak, silahkan lihat algoritme tatalaksana TB anak dibawah ini:
algoritme-tb-anak algoritme

Untuk dapat melakukan skoring TB maka, harus berpatokan pada sistem skoring yang telah ditetapkan oleh IDAI

skoring-tb-anak
Catatan :

  1. Diagnosis dengan sistem skoring ditegakkan oleh dokter.
  2. Batuk* dimasukkan dalam skor setelah disingkirkan penyebab batuk kronik lainnya seperti asma, sinusitis, dan lain-lain..
  3. Berat badan dinilai saat pasien datang (moment opname)
  4. Foto toraks bukan alat diagnostik utama pada TB anak:
  5. Uji tuberkulin menggunakan PPD (purified protein derivatives) dengan kekuatan intermediate 2-5 TU (Tuberculin Unit)
  6. Kondisi imunosupresi terjadi pada anak gizi buruk, HIV, keganasan, terapi imunosupresi jangka panjang, pasca infeksi berat seperti campak, pertussis, varisela.
  7. Semua anak dengan reaksi cepat BCG (reaksi lokal timbul <7 hari setelah penyuntikan) harus dievaluasi dengan sistem skoring TB anak.
  8. Diagnosis TB pada anak ditegakkan jika jumlah skor >6, (skor maksimal 13)
  9. Pasien usia balita yang mendapat skor 5,dirujuk ke RS untuk evaluasi lebih lanjut.
  10. Jika dijumpai skrofuloderma ** (TB pada kelenjar dan kulit), pasien dapat langsung didiagnosis tuberkulosis
    **Skrofuloderma adalah suatu bentuk reaktivasi infeksi TB, diawali oleh suatu limfadenitis atau osteomielitisyang membentuk abses dingin dan melibatkan kulit di atasnya, kemudian pecah, dan membentuk sinus di permukaan kulit. Skrofuloderma ditandai oleh massa yang padat atau fluktuatif, sinus yang mengeluarkan cairan, ulkus dengan dasar ergranulasi dan tidak beraturan serta tepi bergaung, serta sikatrik yang menyerupai jembatan. Biasanya ditemukan di daerah leher atau wajah, tetapi dapat juga dijumpai di ekstremitas atau trunkus.
  11. Pemeriksaan bakteriologis (mikroskopis atau tes cepat TB) tetap merupakan pemeriksaan utama untuk konfirmasi diagnosis TB pada anak. Berbagai upaya dapat dilakukan untuk memperoleh spesimen dahak, di antaranya induksi sputum. Pemeriksaan mikroskopis dilakukan 2 kali, dan dinyatakan positif jika satu spesimen diperiksa memberikan hasil positif.
  12. Observasi persistensi gejala selama 2 minggu dilakukan jika anak bergejala namun tidak ditemukan cukup bukti adanya penyakit TB. Jika gejala menetap, maka anak dirujuk untuk pemeriksaan lebih lengkap. Pada kondisi tertentu di mana rujukan tidak memungkinkan, dapat dilakukan penilaian klinis untuk menentukan diagnosis TB anak
  13. Berkontak dengan pasien TB paru dewasa adalah kontak serumah ataupun kontak erat, misalnya di sekolah, pengasuh, tempat bermain, dan sebagainya.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com