dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

TUBERKULOSIS DENGAN DAHAK POSITIF, BAGAIMANA PENGOBATANNYA

TUBERKULOSIS DENGAN DAHAK POSITIF, BAGAIMANA PENGOBATANNYA

Saya berusia 44 tahun berat badan 42 kg. Selama 2 bulan ini selalu batuk mengeluarkan dahak. Saya kemudian berinisiatif berobat ke Rumah Sakit. Dokter kemudian menganjurkan saya untuk periksa dahak dengan hasil sebagai berikut:
Pemeriksaan 1, Hasil 2 positif,
Pemeriksaan 2, Hasil 1 positif,
Pemeriksaan 3, Hasil 3 positif.
Dari hasil ini menurut dokter saya terkena penyakit Tuberkulosis paru dan harus makan obat selama 6 bulan. Saat ini karena saya tinggal sendirian maka pengawas makan obat saya adalah tetangga saya sendiri.
Dari hasil pemeriksaan laboratorium maka klasifikasi dan tipe penyakit Tuberkulosis yang diderita adalah  penderita tuberkulosis kasus baru dan masuk kedalam kelompok pasien tuberkulosis dengan BTA positif dengan klasifikasi berdasarkan anatomi adalah tuberkulosis paru.
Dengan tegaknya diagnosis tuberkulosis maka Bapak harus menelan obat Tuberkulosis selama 6 bulan sesuai dengan tatalaksana nasional dengan obat rejimen obat kategori  satu yaitu:

  • 2 bulan dengan mengkonsumsi obat HRZE (Isoniazid, Rifampisin, Etambutol dan Pirazinamid),4 bulan berikutnya yaitu obat HR (Isoniazid dan rifampisin)
    Atau jika menggunakan obat Kombinasi Dosis Tetap atau FDC maka diberikan obat dengan dosis:
  • 3 tablet 4 KDT setiap hari selama 56 hari dan 3 tablet 2 KDT tiap 3 kali seminggu selama 16 minggu.

Yang harus diperhatikan atau dipantau adalah

  • kepatuhan dalam menelan obat secara teratur. Pemantauan juga harus dilakukan setiap hari.
  • Pengambilan obat ke unit pelayanan kesehatan harus dipastikan tidak terlambat .
  • Harus diperhatikan adalah efek samping yang timbul dari pengobatan tuberkulosis.

Jika tidak terjadi konversi pemeriksaan BTA, atau sputum BTA masih positif pada akhir bulan kedua, maka fase intensif harus diteruskan selama satu bulan lagi dengan obat sisipan dan pemeriksaan sputum diulangi pada akhir bulan ketiga. Jika sputum menjadi negatif maka pengobatan diteruskan dengan fase lanjutan. Jika pada akhir bulan kelima sputum BTA tetap positif, maka pengobatan dianggap gagal. Pasien ini harus didaftarkan dalam pengobatan yang gagal dan harus menjalani pengobatan ulang secara penuh sebagai kategori II.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com