PENGARUH INFEKSI HIV AIDS TERHADAP PENGOBATAN TUBERKULOSIS

PENGARUH INFEKSI HIV AIDS TERHADAP PENGOBATAN TUBERKULOSIS

 

HIV merupakan faktor risiko utama bagi yang terinfeksi TB untuk menjadi sakit. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (cellular immunity). Jika terjadi infeksi penyerta (oportunistic) seperti tuberkulosis, pasien akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian. Bila jumlah orang yang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah pasien TB akan meningkat, dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula. 

tuberkulosis-hiv

Orang dengan HIV mempunyai kemungkinan sekitar 30 kali lebih beresiko untuk sakit TB dibandingkan denganorang yang tidak terinfeksi HIV. Lebih dari 25 % kematian pada ODHA disebabkan oleh TB. Pada tahun 2012,sekitar 320.000 orang meninggal karena HIV terkait dengan TB. Faktor yang mempengaruhi kemungkinan seseorang menjadi sakit TB adalah daya tahan tubuh yang rendah, diantaranya akhibat  infeksi HIV -AIDS dan malnutrisi (gizi buruk). 

Pengaruh HIV AIDS terhadap masalah TB Epidemi HIV menunjukkan pengaruhnya terhadap peningkatan epidemi TB di seluruh dunia yang berdampak pada meningkatnya jumlah kasus TB di masyarakat. Pandemi ini  merupakan tantangan terbesar dalam pengendalian TB dan banyak bukti menunjukkan bahwa pengendalian TB tidak akan berhasil dengan baik tanpa keberhasilan pengendalian HIV. Sebaliknya TB merupakan infeksi oportunistik terbanyak dan penyebab utama kematian pada ODHA (orang dengan HIV-AIDS).

Kolaborasi kegiatan bagi kedua program merupakan keharusan agar mampu mengendalikan kedua penyakit tersebut secara efektif dan efiisien. HIV merupakan faktor risiko utama bagi yang terinfeksi TB untuk menjadi sakit. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan luas sistem daya tahan tubuh seluler (cellular immunity). Jika terjadi infeksi penyerta (oportunistic) seperti tuberkulosis, pasien akan menjadi sakit parah bahkan bisa mengakibatkan kematian.

Bila jumlah orang yang terinfeksi HIV meningkat, maka jumlah pasien TB akan meningkat, dengan demikian penularan TB di masyarakat akan meningkat pula. Sebagai upaya menghadapi perkembangan global menuju 3 zeroes (zero new infection, zero deaths, zero stigma discrimination) Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Permenkes No. 21 tahun 2013 tentang Penanggulangan HIV AIDS menyusun strategi penanggulangan HIV AIDS secara menyeluruh dan terpadu. Pasal 24 pada Permenkes tersebut menyebutkan bahwa setiap orang dewasa,remaja dan anak-anak yang dating ke faskesdengan tanda,gejala, atau kondisi medis yang mengindikasikan  atau patut diduga telah terjadi infeksi HIV terutama pasien dengan riwayat penyakit TB dan IMS ditawarkan untuk pemeriksaan HIV melalui KTS atau TIPK.  

Sumber: Materi Inti I Pelatihan Jarak Jauh Program Penanggulangan Tuberkulosis (P2TB) Bagi Dokter Praktik Mandiri (DPM) tahun 2016.

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*