dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

TUBERKULOSIS DI INDONESIA

Tuberkulosis adalah penyakit menular disebabkan kuman Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis dikenal dengan sebutan TBC, namun ada juga yang menyebut penyakit tiga huruf atau sakit flek. Penyakit TB banyak menyebabkan kematian di dunia dan termasuk salah satu penyakit pembunuh di Indonesia. Meskipun mematikan, namun TB dapat diobati sampai sembuh, banyak kisah sukses pengobatan TB di sekitar kita.

BAGAIMANAKAH PENULARAN TUBERKULOSIS

Bakteri tuberkulosis ditularkan oleh orang lain yang sudah terlebih dahulu terkena Tuberkulosis dari orang lain. Penularan TB terutama melalui udara. Ketika ada penderita tuberkulosis bersin-bersin atau batuk, maka percik renik (percikan dahak yang sangat kecil) yang mengandung kuman TB dari dalam paru akan keluar, terbawa ke udara dan dapat terhirup orang lain.Sebenarnya, bila kuman TB beterbangan di ruangan terbuka yang mendapatkan sinar matahari, kuman akan mati. Kuman TB tahan berada di daerah lembab.Nah, orang yang menghirup kuman TB berarti sudah terinfeksi TB tetapi belum tentu menjadi sakit TB. Ada dua keadaan yang mungkin terjadi pada orang itu, yaitu infeksi laten TB atau sakit TB.

Infeksi Laten TB

Orang yang mengalami infeksi laten tidak akan merasakan sakit sama sekali juga tidak merasakan gejala apapun. Mereka kuat dan tidak menderita TB. Kita bisa mengetahui terinfeksi TB atau tidak melalui tes tuberkulin. Orang dengan infeksi laten TB tidak dapat menularkan kepada orang lain.

Sakit TB
Nah, sekitar 5-10 persen orang yang sudah terinfeksi TB akan menjadi penderita TB. Resiko infeksi menjadi sakit tergantung dari beberapa faktor yaitu:

  • Seberapa banyak jumlah kuman yang terhirup
  • Lama waktu sejak terinfeksi
  • Usia
  • Daya tahan tubuh. Seseorang dengan daya tahan tubuh rendah, seperti pada
  • ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS), penyandang Diabetes Mellitus (DM), orang malnutirsi (gizi buruk)

APA GEJALA TUBERKULOSIS

Batuk berdahak adalah gejala utama TB paru. Namun ada beberapa gejala lainnya yang menyertai seperti:
– Batuk darah
– Sesak dan nyeri dada saat menarik nafas
– Demam berkepanjangan
– Berkeringat di malam hari tanpa melakukan aktivitas
– Nafsu makan menurun
– Berat badan menurun

Walaupun Kuman Tuberkulosis menyerang paru, namun kuman tuberkulosis ini juga dapat menyerang organ tubuh lainnya seperti otak, tulang, sendi, kelenjar getah bening, kulit, dan usus.

SIAPA YANG BISA SAKIT TUBERKULOSIS

TB bisa menyerang siapa saja tanpa memandang umur dan jenis kelamin tetapi lebih banyak menyerah mereka yang berusia muda, usia produktif. Namun ada beberapa yang memiliki resiko lebih besar terkena TB yaitu:

  1. Mereka yang memiliki kontak erat dengan pasien TB yang belum diobati atau menjalankan pengobatan tidak tuntas
  2. Mereka yang memiliki kekebalan tubuh rendah seperti bayi, anak-anak, orang lanjut usia
  3. Mereka yang memiliki kekebalan tubuh lemah karena adanya faktor lain seperti orang dengan HIV/AIDS (ODHA), penyandang Diabetes Mellitus
  4. Mereka yang mengkonsumsi tembakau. Lebih 20 persen kasus TB di dunia disebabkan merokok.

PEMERIKSAAN TUBERKULOSIS

Pemeriksaan Tuberkulosis yang disarankan adalah dengan melakukan pemeriksaan dahak. Sebenarnya cara terbaik adalah dengan cara kultur namun hal ini akan memerlukan waktu yang sangat lama (setidaknya 6 minggu). Untuk menghemat waktu agar pengobatan bisa diberikan lebih cepat, maka cukup dilakukan pemeriksaan dibawah mikroskop untuk melihat apakah dahak seseorang itu mengandung kuman TB atau tidak. 

Pemeriksaan dahak secara mikroskopis dilakukan di Puskesmas di Indonesia dan Rumah Sakit. Pengambilan dahak dilakukan sebanyak 3 kali dalam 2 hari kunjungan ke layanan kesehatan, yaitu dahak Sewaktu datang pertama kali ke layanan di hari pertama, dahak Pagi hari di hari kedua dan yang ketiga adalah dahak Sewaktu mengantarkan dahak pagi ke layanan. Metode pengambilan dahak ini disebut cara SPS (Sewaktu, Pagi, Sewaktu).

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016