VIRUS ZIKA DI BRAZIL

Pada tahun 2015 lalu diketahui bahwa virus zika di Brazil telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Kasus ini melonjak pada kasus bayi yang lahir dengan cacat mikrosefalus.

Berdasarkan data pada tahun 2015, di Brazil secara keseluruhan ditemukan kasus Zika hingga ribuan temuan dengan 500 lebih kasus diderita oleh ibu hamil pada bulan desember lalu. Dan dari angka tersebut ditemukan 150 kasus ibu hamil yang akhirnya melahirkan bayi dengan mikrosefalus.

Menurut pemberitaan CNN secara total diperkirakan virus zika di Brazil ada peningkatan kelahiran bayi dengan mikrosefalus hingga 4000-an kasus sepanjang tahun 2015 hingga Januari 2016 ini.

Virus Zika sendiri adalah virus yang proses penularannya melalui media nyamuk Aedes aegypti. Masih satu family dengan virus lain seperti virus penyebab penyakit demam berdarah, penyakit kuning, dan penyakit chikungunya.

Sebelum virus zika di Brazil ditemukan, virus ini lebih dulu menyebar di negara Uganda. Temuan pertama kali dari kasus Zika Virus justru didapatkan dari kasus demam yang muncul pada kera asli endemik Uganda. Kemudian virus ini menjangkit manusia dan pernah menyerang sejumlah populasi manusia di kawasan Afrika secara meluas pada tahun 1954.

Dan kasus pertama dari penyakit yang disebabkan oleh Zika Virus di luar Afrika terjadi di Yap Island, sebuah pulau di kawasan Pasifik Mikronesia pada tahun 2007. Semenjak itu, kasus Zika Virus beberapa kali muncul dalam frekuensi yang tidak kuat di kawasan Pasifik. Di Asia Tenggara sendiri kasus ini masih terbilang sangat langka.

Dan kini karena virus zika di Brazil semakin meningkat, maka pemerintah setempat bekerja keras untuk menanggulanginya. Karena bagi pemerintah Brazil, pemberantasan virus ini menjadi salah satu tanggung jawab mereka.

Presiden Brasil Dilma Rousseff juga mengumumkan bahwa negaranya kini menyatakan perang terhadap nyamuk Aedes aegypti, si penyebab tersebarnya virus Zika. Pemerintahannya akan fokus untuk menghancurkan sarang-sarang serangga tersebut.

Karena virus zika di Brazil sudah banyak ditemukan, maka sejak September 2015, Brasil mendokumentasikan 4.000 kasus bayi dengan kelahiran mikrosefali. Kondisi itu berhubungan dengan infeksi Zika yang menyebabkan anak-anak lahir dengan kondisi anomali dengan bentuk kepala kecil dan otak yang tak bisa berkembang dengan baik.

Membesarnya kasus ini membuat panik dan takut dunia. Bahkan beberapa negara mengeluarkan larangan untuk masuk ke 22 negara di Amerika Latin yang terdapat kasus penyebaran virus. Bahkan, Ekuador melarang perempuan untuk hamil hingga 2018.

Karena menurut pemerintah Brazil, tanpa vaksin virus zika di Brazil dan pengetahuan minim penyebab mikrosepalis, Brasil hanya punya pilihan terbatas untuk memerangi penyebaran virus dan cacat lahir.

Nyamuk itu hidup di kota-kota tropis. Di lain pihak, Rousseff telah menginstruksikan petugas untuk menghilangkan titik-titik air yang tak mengalir, seperti di kolam atau selokan mampat yang menjadi sarang tempat berkembang biak.

Meskipun virus zika di Brazil dan belum menyebar ke Asia Tenggara, namun kita harus tetap waspada dan menjaga kebersihan di lingkungan sekitar. Karena lebih baik mencegah virus dari pada mengobati.

virus zika di Brazil (1)

virus zika di Brazil (3)

virus zika di Brazil (4)

virus zika di Brazil (5)

virus zika di Brazil (6)

virus zika di Brazil (7)

virus zika di Brazil (8)

virus zika di Brazil (9)

virus zika di Brazil (10)

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*