TERAPI CAIRAN RASIONAL PADA BAYI DAN ANAK

Dalam dekade terakhir ini pemberian terapi cairan infus yang rasional makin dipertimbangkan praktisi medis karena terbukti memberi dukungan yang baik terhadap terapi primer yang sedang diberikan pada pasien, apalagi saat melakukan penggantani kehilangan yang akut, dikatakan sebagai ‘life saving’ (misal: terapi cairan resusitasi).  Kehilangan air dan elektrolit pada bayi dan anak, sangat vital karena proporsi cairan tubuh dibandingkan berat badannya lebih dominan dibanding proporsi orang dewasa. Karena itulah bagaimana memahami secara mudah memberikan cairan infus yang rasional sangat dibutuhkan. Berikut empat pendekatan sederhana yang bisa dilakukan:

1.    Kapan memberikan infus (sesuai indikasi)
2.    Mengenal fisiologi infus bila dimasukkan ke dalama tubuh
3.    Memahami patofisiologi dehidrasi dan hipovolemi
4.    Memilih sediaan infus yang tersedia secara rasional dan tepat

1. Kenapa pasien diinfus (indikasinya):
Indikasi infus yang lazim adalah untuk resusitasi cairan (pengganti), untuk memenuhi kebutuhan dasar cairan dan elektrolit harian (maintenance), untuk mengganti cairan dan elektrolit yang hilang maupun untuk mengatasi gangguan keseimbangan asam basa dan elektrolit.

2. Fisiologi Infus Masuk Kedalam Tubuh:
Tujuan infus resusitasi adalah untuk menggantikan kehilangan akut cairan ekstraseluler, secara fisiologis cairan resusitasi bila diberikan hanya mengisi ekstraseluler, tanpa ada yang masuk ke intrasel. Infus kristaloid bila diinfuskan kedalam tubuh:

Infus Rumatan (Maintenance) :
Tujuannya menjaga dan mempertahankan kebutuhan cairan dan elektrolit harian sesuai hemostasi tubuh. Infus maintenance secara fisiologis mengikuti kaidah infus glukosa bila diinfuskan ke dalam tubuh

Kesimpulan
Pemberian cairan yang optimal pada bayi dan anak merupakan hal yang sangat penting dalam pengelolaan terapi cairan agar didapat suatu keadaan yang optimal sesuai dengan prinsip dari pemberian cairan dan elektrolit, dengan 4 pendekatan, yaitu: mengetahui indikasi kenapa pasien diinfus, fisiologi cairan infus, beda dehidrasi dan hipovolemi serta memilih sediaan infus rasional yang ada dipasaran, semoga bisa membantu praktisi “ memberikan terapi cairan rasional yang cepat dan tepat “.

Referensi
1.    Perkin R M : Levin D L : Mineral and glucose requarement and abnormalitis in the essential of pediatrics intensive care : Levin & Morrs (ed), QMP Inc. St. Louis Misouri, 1990. p 121 – 36
2.    Kasim Y A : Fisiologi Cairan dan Elektrolit pada bayi dan anak, dalam Simposium Nasional PGD IV, Malang 5 Desember 1998.
3.    Adelman RD, Solhaug M J : Pathophysiology of body fluids and fluid theraphy, Dalam : Behrman, Kliegman, Jenson (ed), Nelson Textbook of Pediatrics, WB Sounders, Philadelphia, ed. 16. 2000. p.189-227
4.    Prasetyo D : Patofisologi Homeostasis. Dalam: Penatalaksanaan Syok pada Anak pada Pendidikan Ilmu Kesehatan Anak Berkelanjutan II, Bandung 12 – 13  Juni 2000.
5.    Otsuka Indonesia; Diskusi Terapi Cairan Rasional pada Bayi dan anak; 2007

terapi cairan rasional

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*