dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

MATA KERING/ Keratokonjungtivitis Sika

Mata kering adalah kasus yang sangat umum terjadi pada manusia. Penyebab dari mata kering adalah gangguan pada pengeluaran air mata. Gangguan ini bisa terjadi disebabkan karena banyak hal. Sindrom mata kering disebut juga keratokonjungtivitis sika. Sindrom mata kering ini ternyata mulai muncul pada usia diatas 40 tahun, namun sindrom mata kering ini sebenarnya bisa mengenai usia berapa saja dan tidak ada perbedaan antara laki-laki dan perempuan.

mata kering keratokonjungtivitis

Penyebabnya adalah:

  1. Menurunnya produksi air mata. Menurunnya produksi air mata bisa disebabkan karena perubahan siklus hormonal atau, adanya penyakit autoimun atau juga karena faktor usia.
  2. Air mata cepat menguap. Air mata terlalu cepat menguap biasanya disebabkan kerna perubahan jenis campuran air mata yang keluar dari dalam kelenjar air mata.
  3. Pemakaian obat-obatan seperti obat anti gatal, obat anti depresi, dan obat kontrasepsi juga bisa menurunkan produksi air mata.
  4. Refleks mengedip berkurang, dan mata tidak bisa menutup secara maksimal  karena menonton TV, mengetik didepan komputer atau sekali mengerjakan tugas akan mengakibatkan penguapan berlebih pada mata yang mengakibatkan mata menjadi kering. Sebagai akibatnya mata akan terasa perih dan merah.
  5. Berada di daerah yang panas seperti bekerja di tempat pembakaran, teknisi mesin, koki masak juga dapat mengakibatkan mata menjadi kering.
  6. penggunaan kipas angin yang langsung mengenai wajah juga bisa mempercepat pengeringan mata.mata kering karatokonjungtivitis

Terapi yang bisa dipilih adalah penggunaan tetes mata penyegar yang berfungsi sebagai pelembab dan menjaga suhu mata sehingga mata terasa sangat nyaman.

Terapi pencegahan: 

  1. usahakan untuk menutup mata selama 10 detik tiap 10 menit saat ada di depan televisi atau komputer
  2. mengkonsumsi minyak ikan (omega-3 ) setiap hari untuk meredakan gejala mata kering.

Kode ICD 10: H19.3 Keratitis and keratoconjunctivitis

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com