dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

DAGING DALAM MATA/ PTERIGIUM

Pterigium adalah kondisi medis yang ditandai dengan munculnya pertumbuhan jaringan seperti daging yang tidak nyeri berbentuk segitiga pada konjungtiva yang melapisi bagian putih pada bola mata (sklera). Pterigium ini menghambat penglihatan dan sebagian ada yang harus diangkat melalui operasi. Namun, walau melalui operasi, pterigium dapat muncul kembali.

pterigium

Gejala Pterigium

    • Mata gatal
    • Mata perih
    • Pembuluh darah yang bengkak atau melebar pada bagian putih mata, yang menyebabkan mata terlihat merah (mata merah)
    • Bila pterygium semakin besar, akan dapat menyebabkan astigmatisma atau silau. Ada pterygium yang tumbuh secara perlahan, namun ada pula yang tumbuh secara cepat. Bila pterygium telah meliputi bagian tengah kornea, penglihatan akan menjadi kabur.

Penyebab Pterigium

Penyebab Pterigium tidak diketahui atau masih dalam penelitian medis, namun faktor resiko terbesarnya adalah karena debu dan cahaya matahari yang langsung mengenai mata. Anda para pemotor harus berhati-hati karena setiap hari harus melewati jalanan yang berasap dan berdebu. Hal ini akan memperbesar kemungkinan timbulnya pterigium. Penyakit ini dapat terjadi pada usia produktif karena aktifitas di luar ruangan yang cukup tinggi namun untuk melakukan tindakan operasi terhadap penyakit tersebut harus dipertimbangkan matang-matang oleh pasien karena tingkat kekambuhan dari penyakit tersebut cukup tinggi pada usia di bawah 40 tahun.

Faktor resiko lainnya:

    • debu, pasir dan partikel-partikel yang terbawa oleh angin.
    • zat iritan,
    • faktor genetik,
    • alergi,
    • kekeringan pada mata.

Penanganan Pterigium

Penanganan dan pengobatan Pterigium dapat berbeda tergantung pada kondisi pasien dan penyakit yang dideritanya. Pilihan pengobatan adalah:

    • Pemberian Air Mata Buatan. Obat air mata buatan bertujuan untuk mengurangi iritasi mata, membasahi dan mendinginkan mata jika mata terkena sinar matahari atau debu. Ruangan ber-AC pun sebenarnya tidak baik untuk mata karena mata menjadi kering, karena itulah penderita pterigium diberikan obat tetes mata.
    • Reseksi Bedah. Operasi termasuk operasi kecil, artinya hanya dilakukan pembiusan lokal pada mata saja. Pterygium diangkat kemudian dilakukan sayatan pada jaringan sehat yang ada di bagian mata yang lain sesuai ukuran dari pterygium. Sayatan dari jaringan sehat tersebut ditempatkan di daerah pterygium yang telah dibuang dan dijahit. Jenis benang yang digunakan bersifat permanen di mata sehingga tidak perlu dicabut lagi. Daerah pengambilan sayatan jaringan sehat dibiarkan begitu saja dan akan tumbuh dengan sendirinya. Sebelum operasi biasa dilakukan pemberian obat tetes antibiotik mata sehari sebelum operasi. Kisaran waktu operasi antara 30 menit sampai satu jam dengan kisaran biaya operasi antara 2 juta- 4 juta rupiah

Namun sekali lagi harus dipikirkan matang-matang apakah akan dilakukan tindakan operasi atau dibiarkan saja karena setiap orang akan berbeda-beda satu dengan lainnya terhadap tingkat kekambuhan pasca operasi.

Pencegahan Pterigium

Gunakan kaca mata yang lensanya cukup besar saat berada di jalanan kacamata pengayuh sepeda atau kacamata teknisi yang tujuannya adalah untuk menghindari debu yang langsung mengenai mata.

Kode ICD: H11.0 Pterygium

Loading...

3 Comments

Add a Comment
  1. pterigium seperti yang gimana baru bisa di lakukan operasi? Terus apakah ada obat lain kecuali tampa melakukan operasi? Apakah ada faktor makanan yang menyebaban pterigium?

  2. Ma kasih infonya

  3. Apakah semua pterigium harus dilakukan oprasi agar bisa hilang?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com