dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

MATA MERAH/ KONJUNGTIVITIS

Mata merah, penyakit mata merah, radang mata konjungtivitis, penyakit konjungtivitis mata, konjungtivitis pada mata, mata belekan, mata belek

Konjungtivitis adalah peradangan pada selaput bening pelapis bola mata, yaitu selaput mukosa yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata yang sering disebut konjungtiva. Kondisi yang ditandai dengan mata merah ini merupakan gangguan mata yang paling umum pada anak. Peradangan pada mata ini bisa terjadi serta menyerang dari segala usia baik pada usia bayi sampai dengan usia orang dewasa.
Peradangan pada selaput bening mata ini dalam bahasa mudahnya kita mengenal dengan istilah mata merah atau pun belek (belekan).

mata merah konjungtivitis

 Tanda gejala konjungtivitis bisa berupa :

  1. Mata Memerah.
  2. Terasa Nyeri.
  3. Mengeluarkan Air Mata (berair).
  4. Keluar Kotoran (belekan).
  5. Penglihatan Bisa Menjadi Tidak Jelas (kabur).
  6. Kelopak mata mungkin menempel sewaktu bangun tidur

Penyebab Konjungtivitis.

  • Konjungtivitis bakteri: infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Mata biasanya mengeluarkan tahi mata kuning/kuning kehijauan yang mungkin menyebar hingga bulu mata dan menyebabkan kelopak mata lengket, terutama di pagi hari.
  • Konjungtivitis virus: konjungtivitis ini sangat menular antar manusia dan dapat menyebabkan epidemi. Mata kemerahan dan mungkin mengeluarkan cairan yang encer. Seringkali kelopak mata membengkak. Jenis konjungtivitis ini juga dapat menyebar ke kornea dan menyebabkan penglihatan kabur.
  • Konjungtivitis alergi: disebabkan alergi terhadap benda seperti serbuk sari, tungau, atau debu. Mata terasa gatal dan kemerahan yang mungkin disertai banyak air mata, pengerasan kulit kelopak mata dan fotofobia (mata silau).
  • Konjungtivitis iritasi:  disebabkan oleh zat kimia atau asap.
  • Pada bayi yang baru lahir juga ada konjungtivitis yang disebut konjungtivitis neonatus atau ophthalmia neonatorum yang penularannya selama proses kelahiran. Pada bayi kecil, gejala mata berair dan tahi mata lebih banyak disebabkan oleh masalah drainase air mata yang belum berkembang daripada konjungtivitis. Kondisi tersebut dikenal sebagai obstruksi saluran nasolakrimal, yang akan menghilang ketika bayi semakin dewasa.

Pengobatan Konjungtivitiskonjungtivitis

  • Apabila penyebab dari penyakit mata merah (konjungtivitis) adalah bakteri, biasanya sang dokter akan memberikan obat antibiotik seperti obat tetes mata untuk penderita anak-anak maupun dewasa. Tetapi jika penderitanya masih bayi, maka biasanya dokter akan memberikan salep untuk mengatasi penyakit mata merah (konjungtivitis) tersebut.
  • Sedangkan jika virus sebagai penyebab timbulnya mata merah (konjungtivitis), maka penyakit ini tidak bisa disembuhkan dengan antibiotik, bahkan belum ada obat penyembuhnya. Biasanya dokter hanya memberikan tetes mata penyegar, penderita biasanya akan mengalami infeksi sekitar kurang lebih satu hingga dua minggu, kemudian berangsur – angsur sembuh dengan sendirinya.

Pencegahan Konjungtivitis

  • Seseorang yang menderita mata merah (konjungtivitis) perlu memperhatikan serta menjaga kondisinya agar tidak memperparah penyakitnya sehingga mengakibatkan lamanya proses penyembuhan.
  • Apa bila seseorang mengalami sakit mata merah, usahakanlah tetap birdiam diri di rumah, banyak istirahat serta jangan dulu beraktifitas agar tidak menularkan penyakitnya kepada orang lain.
  • Lakukanlah pengompresan pada mata yang terkena mata merah tersebut dengan menggunakan air dingin atau bongkahan es batu agar dapat meredakan pembengkakan mata
  • Sedangkan untuk mengurangi rasa gatal pada mata, bisa dengan memercikkan air hangat pada mata merah tersebut, serta jangan digaruk atau dikucek.
  • Cairan yang biasanya keluar dari mata bisa dilap atau dibersihkan dengan lap hangat atau orang tua bisa saja membersihkannya dengan menggunakan kapas serta air hangat, jika penderitanya masih anak – anak.
  • Untuk mencegah iritasi lebih parah, bersihkan terlebih dahulu tangan yang akan digunakan untuk meneteskan obat tetes mata maupun salep antibiotik.
  • Hindari penggunaan obat tetes mata atau salep secara bersamaan.
  • Bagi orang lain, usahakanlah jangan dulu melakukan kontak langsung dengan penderita mata merah baik menyentuhnya secara langsung maupun meminjam barang – barang bekas dipakai penderita, agar tidak tertular penyakitnya.
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com