dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

DOKTER, RAKYAT, DAN PEMERINTAH

DOKTER, RAKYAT, DAN PEMERINTAH. IRONI SISTEM PENGOBATAN DI INDONESIA

Mencuatnya kasus dr. Ayu sebenarnya hanya menunjukkan ada sesuatu yang salah dalam sistem kesehatan kita. Belum adanya garis pemahaman yang sama antara rakyat pemerintah dan dokter menjadi bumerang yang jika belum juga dibenahi lambat laun akan menghancurkan ketiganya.

 berobat gratis parkir bayar
  1. Rakyat menginginkan ‘seluruh’ rakyat Indonesia untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang murah namun berkualitas.
  2. Pemerintah yang membawa mandat rakyat berusaha untuk menciptakan tempat-tempat pelayanan kesehatan sebanyak mungkin dan menciptakan pemberi pelayanan kesehatan sebanyak mungkin pula (dokter).
  3. Dokter menginginkan perlindungan hukum dan pengingkatan kesejahteraan seiring dengan semakin bertambah meningkatnya tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka.

Yang terjadi adalah:

  1. Pemerintah menciptakan tempat-tempat pelayanan kesehatan tanpa menyediakan prasarana penunjang yang cukup. Pemerintah meningkatkan pelayanan dengan menyebarkan dokter-dokter umum (PTT), memperbantukan dokter umum dengan kompetensi spesialis (dokter yang sedang sekolah spesialis) untuk membantu pelayanan di daerah terpencil dan rumah sakit yang belum ada spesialis. Namun sayangnya; hal tersebut tidak disertai pemberian perlindungan hukum terhadap mereka yang sedang bekerja disana.  Pemerintah juga mendorong universitas negeri dan swasta untuk mencetak dokter sebanyak-banyaknya, namun tidak disertai dengan pengawasan dan kontrol terhadap universitas dan mutu lulusan. Saat ini mutu lulusan hanya dipercayakan hanya melalui IDI dan KKI.
  2. Rakyat mendapatkan pelayanan kesehatan yang murah, namun lambat dan bertele-tele, bahkan sebagian kecil sama sekali tidak mendapatkan layanan dengan alasan rumah sakit penuh, dan rakyatpun merasa tidak mendapat keadilan.
  3. Dokter tidak mendapatkan perhitungan jasa yang sebanding dengan tanggung jawab yang dibebankan kepada mereka, bahkan sebagian jasa mereka dipotong oleh pemerintah daerah/ puskesmas/ rumah sakit tempat mereka bekerja sehingga mereka juga merasa tidak mendapat keadilan.

Jadi, bagaimana cara membenahinya, apakah akan maju program berobat gratis ini

sedangkan untuk parkir di rumah sakit umumpun masih harus bayar?

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016