dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

SAAT SI KECIL LAHIR KE DUNIA

SELAMAT DATANG BUAH HATIKU

saat si kecil lahir ke duniaMengapa Bunda tidak pernah letih dalam dalam mencintainya anaknya? Karena anak adalah bagian dari tubuh Bunda itu sendiri! Setiap hari, sejak terbentuknya janin kecil, Bunda tiada hentinya memberikan sebagian dari energi dan kekuatannya kepada janin kecil, dan hal ini berlangsung terus selama berbulan-bulan. Selama masa berbagi itu pula Bunda mulai merasakan si mungilnya semakin besar dan semakin kuat. Memasuki bulan keenam dari kehamilan, si mungil mulai nakal, bergerak dan menendang-nendang perut bundanya hingga terkadang Bunda meringis kesakitan. Tahukah Bunda, sebenarnya si kecil ini sama sekali tidak mau keluar dari dalam dunia kecilnya ini karena ia telah bahagia di dalam sana. Tidak ada kedinginan, tidak ada ketakutan, tidak ada penyakit dan tidak ada rasa sakit. Di dalam sana ia diselimuti oleh kehangatan Bundanya, dilindungi oleh kekuatan Bundanya, dan dibelai sayang oleh rangkulan tangan Bundanya.

Genap sembilan bulan, si kecil inipun akhirnya keluar dari dalam dunia kecilnya menuju ke dunia yang sama sekali baru yang sama sekali tidak dikenalnya. Lalu apakah yang bisa ia lakukan? Menangis, Bunda. Iya, hanya itulah yang bisa dilakukan oleh si kecil. Tangisan itu adalah tangisan seorang anak yang kehilangan dunianya, dunia kecil yang telah dirampas oleh kehidupan dunia yang kejam. Kemanakah, Dimanakah tempat berlindungnya?

“Kemana aku akan dibawa? Siapa yang menarikku? Bunda, aku tidak mau keluar, aku mau disini terus, Bunda….”

“Bunda, tempat apa ini? Dingin, dingin sekali, apakah benda tajam dingin yang menusuk-nusuk seluruh kulitku ini? Bunda, apakah yang aku hirup ini, dingin sekali, merasuk ke dalam dadaku? Sesak rasanya. Apakah ini yang disebut dengan udara? Bunda, dimanakah engkau Bunda?”

Untunglah tubuh mungil nan lemah ini diperkenankan merasakan tubuh hangat Bundanya sekali lagi. Walau belum pernah ia bertemu langsung dengan sang bunda, tapi ia tahu, tangan itulah yang tiap hari selalu membelainya, hangat tubuh itulah yang selalu menyelimutinya dan tangisannya pun berhenti seketika itu juga. Itulah Bunda. Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari terus berlalu, namun tak sekalipun si kecil ingin terlepas dari kehangatan sang Bunda. Saat si kecil terbangun dari lelapnya, hanya satu kata yang ada di dalam kepalanya, Bunda.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com