dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS

DETEKSI DINI KANKER SERVIKS, Pemeriksaan Kanker Leher Rahim, Deteksi gangguan Leher Rahim

By: Harry Wahyudhy Utama

Satu-satunya cara untuk bisa mengobati kanker serviks sebelum terlambat adalah dengan melakukan skrining/deteksi dini kanker serviks. Ada dua cara yang digunakan untuk pemeriksaan ini, pertama pap smear dan kedua IVA.

Inspeksi Visual Asetat

Prinsip dari Pap Smear adalah sama, namun yang lebih cepat dan dapat dilakukan pada waktu singkat adalah Inspeksi Visual Asetat. Pemeriksaan ini telah menjadi program di Puskesmas seluruh Indonesia.

Tes IVA ini akan mendeteksi sel-sel epitel leher rahim yang berpotensi untuk berubah menjadi kanker (lesi prakanker) sebelum menjadi kanker leher rahim hanya menggunakan cairan asam asetat, tes HPV. Pemeriksaan ini sangat akurat hingga mendekati 100%. Pemeriksa menampakkan serviks untuk mengenali tiga hal: curiga kanker, curiga infeksi, serviks normal dengan daerah transformasi yang dapat atau tidak dapat ditampakkan.

iva inspeksi visual asetat

Pap Smear

Pap Smear adalah pemeriksaan standar yang juga banyak dilakukan di banyak rumah sakit di Indonesia. Caranya adalah mulut rahim diusap dengan kapas sehingga ada sebagian sel rahim yang terlepas dan menempel di kapas, kemudian kapas tersebut dioleskan pada media pembiak. Jika dalam beberapa hari kedepan dari dalam media tumbuh koloni-koloni virus HPV berarti orang tersebut positif menderita kanker serviks.

Perbedaan mendasar antara Inspeksi Visual Asetat dan Pap Smear adalah; jika IVA bisa langsung dilihat hasilnya, maka Pap Smear harus menunggu 5-10 hari untuk mengetahui hasil pemeriksaannya.

Lakukanlah pemeriksaan ini setidaknya lima tahun sekali

Baca Juga:

KANKER LEHER RAHIM PENCEGAHAN KANKER LEHER RAHIM PENYEBAB KANKER LEHER RAHIM TERAPI KANKER LEHER RAHIM DERAJAT KEGANASAN KANKER SERVIKS DETEKSI DINI KANKER LEHER RAHIM GEJALA KANKER SERVIKS

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016 dokterharry.com