KANKER PAYUDARA

Kanker payudara merupakan kanker yang sangat menakutkan bagi kaum wanita kanker payudara disamping kanker mulut rahim. Insiden kanker payudara pada dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan meningkat. Di Indonesia kanker payudara menduduki tempat kedua (15,8%) dari sepuluh kanker terbanyak setelah kanker mulut rahim di tempat pertama.

kanker payudara Kemajuan-kemajuan dalam penemuan dini yang dilengkapi dengan kemajuan terapi pada dekade-dekade akhir, baik teknik operasi, radiasi, hormonal terapi dan kemoterapi serta imunoterapi ataupun pelaksanaan kombinasi terapi dari modalitas terapi diatas yang didasarkan pada ketepatan penentuan staging dan pengenalan sifat-sifat biologis kanker yang baik, semakin membawa harapan baru untuk penderita kanker payudara ini.

Keluhan utama penderita dapat berupa : massa tumor di payudara, rasa sakit, cairan dari puting susu, retraksi puting susu, adanya ekzema sekitar areolar, keluhan kulit berupa dimpling, kemerahan, ulserasi atau adanya peau d’orange, atau keluhan berupa pembesaran kelenjar getah bening aksila. Keluhan di tempat lain yang berhubungan dengan metastase, antara lain : nyeri tulang (vertebra, femur), rasa penuh di ulu hati, batuk, sesak napas, sakit kepala hebat, dan lain-lain.

Anamnesis lain berupa : pengaruh siklus menstruasi terhadap keluhan tumor dan perubahan ukuran tumor; kawin atau tidak; jumlah anak, disusukan atau tidak; riwayat penyakit kanker dalam keluarga; obat-obatan yang pernah dipakai terutama yang bersifat hormonal; apakah pernah operasi tumor payudara atau tumor ginekologik.

 

Pemeriksaan Penunjang

1. Mammografi

Merupakan teknik pemeriksaan soft tissue. Adanya proses keganasan akan memberikan tanda-tanda primer dan sekunder. Tanda primer keganasan berupa fibrosis reaktif, comet sign (stelata), mikrokalsifikasi, spikulae dan distorsi arsitektur payudara.

2. Ultrasonografi

Pemeriksaan ini hanya dapat membedakan lesi solid dan kistik. Pemeriksaan lain dapat berupa : termografi, xerografi. Pemeriksaan lain seperti thoraks foto, bone scanning/bone survey, dan USG abdomen dilakukan untuk mencari jauhnya ekstensi tumor atau mencari metastase jauh.

Pemeriksan laboratorium untuk melihat toleransi penderita, juga dapat melihat kemungkinan adanya metastase misalnya alkali fosfatase.

3. Pemeriksaan Histologi dan sitologi

Diagnosis pasti hanya dengan pemeriksaan histologi, bahan pemeriksaan diambil dengan cara :

  • Eksisional biopsi, kemudian diperiksa potong beku atau PA. Ini untuk kasus-kasus yang diperkirakan masih operabel/stadium dini.
  • Insisional biopsi, cara ini untuk kasus-kasus ganas yang sudah inoperabel/stadium lanjut.
  • Cara lain yaitu dengan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy), merupakan pemeriksaan sitopatologi. Cara ini memerlukan keahlian khusus dalam pembacaan dan ketepatan di dalam mengambil aspiratnya.

 

 

Dalam hal pengobatan yang perlu diketahui :

1. Pengobatan pada stadium dini akan memberikan harapan kesembuhan dan harapan hidup yang baik.

2. Jenis-jenis pengobatan :

  • Pada stadium I, II, dan III awal (stadium operabel), sifat pengobatannya adalah kuratif. Pengobatan pada stadium I, II, dan IIIa adalah operasi yang primer, terapi lainnya hanya bersifat adjuvant, untuk stadium I, II pengobatan adalah radikal mastektomi atau modified radikal mastektomi. Jika KGB aksila mengandung metastase maka diberikan terapi radiasi ajuvant dan sitostatika adjuvant.
  • Stadium IIIa adalah simple mastektomi dengan radiasi dan sitostatika adjuvant.
  • Stadium IIIb dan IV, sifat pengobatannya adalah paliasi, yaitu terutama untuk mengurangi penderitaan penderita dan memperbaiki kualitas hidup. Untuk stadium IIIb pengobatan utama adalah radiasi dan dapat diikuti hormonal terapi dan sitostatika (kemoterapi). Stadium IV pengobatan primer adalah yang bersifat sistemik yaitu hormonal terapi dan khemoterapi, radiasi terkadang diperlukan.

 

Keberhasilan Pengobatan

Prognosis kanker payudara ditentukan oleh :

Stadium

  • I : 5-10 tahun 90-80%
  • II : 70-50%
  • III : 20-11%
  • IV : 0%

Untuk stadiun 0 (in situ) 92,6%

Baca Juga:

stadium kanker payudara.psd_thumb[3] anatomi tubuh payudara.psd_thumb[3] kanker payudara.psd_thumb[3] penyebab kanker payudara.psd_thumb[3] sadari.psd_thumb[3]

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. Diakses tanggal 1 Mei 2006. Post Pubertal Female Breast Histology. http://www.mammary.nih.gov/reviews/tumorigenesis/Fischer001/index.html.

Karnadihardja, W. 1997. Buku Ajar Ilmu Bedah. Dinding toraks, pleura, dan mamma. Editor : Sjamsuhidajat R., de Jong W. Jakarta: EGC; 534-555.

Ramli, M dkk. 2004. Protokol PERABOI 2003. Protokol Penatalaksanaan Kanker Payudara. Editor : Albar, ZA dkk. Bandung: PERABOI; 2-15.

Ramli, M. 1995. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah. Kanker Payudara. Editor : Reksoprodjo,S. Jakarta : FKUI; 342-363.

Robbins, SL dan Kumar, V. 1995. Buku Ajar Patologi II. Sistem Genitalia Wanita dan Payudara. Editor : Oswari, J. Jakarta : EGC; 401-414.

 

Loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*