dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

HOSPITALITY IN HOSPITAL KERAMAHAN DI DALAM RUMAH SAKIT

HOSPITALITY IN HOSPITAL, KERAMAHAN SAAT MENERIMA PASIEN DI DALAM RUMAH SAKIT

Oleh: Harry Wahyudhy Utama

hospitality in hospital Menurut Lashley dan Morrison (2000), Hospitality adalah suatu cara untuk memberikan apa yang tamu butuhkan sebagai fokus utama dalam hubungan antara tuan rumah dan tamu. Karakter hubungan tuan rumah dari tamu adalah adanya keramahtamahan yang dimulai oleh tuan rumah kepada tamunya dan kemudian dibalas oleh tamu. Keramahtamahan itu termasuklah cara penyambutan dan kondisi lingkungan sekitar. Saat seseorang itu sakit, ia harus menghadapi dua stressor sulit sekaligus, pertama karena sakitnya, kedua karena mereka harus berada di lingkungan rumah sakit yang baru yang sama sekali. Pada situasi seperti ini sangat penting sekali adanya “hospitality” dalam rumah sakit untuk menghilangkan stress pada pasien. Hal ini, dengan kata lain, rumah sakit harus bisa mengobati penyakit yang dideritanya dan penyakit gangguan stress psikologis karena berada di lingkungan baru yang tidak dikenalnya.1,2

Rumah sakit adalah suatu organisasi yang melalui tenaga medis profesional yang terorganisir serta sarana kedokteran yang parmanen menyelenggarakan pelayanan kesehatan, asuhan keperawatan yang berkesinambungan, diagnosis serta pengobatan penyakit yang diderita oleh pasien. Rumah sakit berfungsi sebagai pusat pelayanan rujukan medik spesialistik dan sub spesialistik dengan fungsi utama menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan yang bersifat penyembuhan (kuratif) dan pemulihan/ rehabilitasi pasien.4

Menurut definisi bahasa menurut Collins Concise English Dictionary Plus, hospitality berarti “kindness in welcoming strangers or guests” atau disebut juga keramahtamahan saat menerima tamu atau orang asing. Namun, definisi ini tidak memberikan suatu parameter yang jelas tentang hospitality, karena itulah diperlukan suatu definisi yang lebih jelas lagi agar hospitality ini nantinya mempunyai suatu instrumen bisa digunakan untuk memotret dan menilai tingkat hospitality suatu tempat. Cassee and Reuland (1983) mendefinisikan hospitality menjadi “a harmonious mixture of food, beverage, and/or shelter, a physical environment, and the behavior and attitude of people”.5

“Hospital” dan “hospitality” berasal dari etomologi bahasa yang sama, namun mereka jarang sekali digunakan secara bersama-sama dalam menggambarkan pelayanan kesehatan. Menurut Pizam (2007), “perbedaan antara hospital dan hospitality itu terletak pada huruf ‘ity’, namun huruf ‘ity’ ini bisa memberikan perubahan yang sangat signifikan terhadap proses pemulihan dan lama tinggal pasien di rumah sakit. Baru beberapa puluh tahun belakangan ini saja, di Negara Eropa dan Amerika, bahasa hospital dikaitkan dengan hospitality. Pasien dan tenaga di dalam rumah sakit menginginkan sesuatu yang lebih dari hanya sekedar pertukaran jasa kesehatan. Tenaga medis tidak hanya disebut sebagai mesin penyembuh, namun juga ingin tempat krja yang nyaman dan tenang, sebaliknya pasien juga ingin lebih dari sekedar sembuh saja, mereka ingin diobati secara “holistik” atau keseluruhan, tidak hanya sebatas penyakit yang dideritanya.1,2

Saat ini rumah sakit tidak beda jauh pelayanannya dengan sebuah hotel dengan hasil akhirnya tetap dihitung dan dievaluasi dengan cara yang sama yaitu: (1) apakah mereka kembali lagi atau tidak, dan (2) apakah mereka merekomendasikan rumah sakit ini kepada orang lain atau tidak. Hospitality lebih mengedepankan proses dan interaksi individu dari sudut pengalaman pasien, misalnya kualitas pelayanan di mata pasien. Ada tiga macam hospitality di rumah sakit yaitu; (1) Public Hospitality, (2) Personal Hospitality, (3) Therapeutic Hospitality.

Ada banyak sekali contoh hospitability yang bisa diterapkan di rumah sakit antaranya, misalnya (1) ronde, (2) advokasi pasien, (3) Pelayanan Rohani, (4) Pembuatan Hospitality House, (8) pemberian perhatian khusus pada pasien dalam masa pemulihan setelah operasi, dan (9) pemberian informasi kepada keluarga maupun teman pasien tentang area yang ada di sekitar rumah sakit (Hotel, restoran, terminal mobil, apotik, cara peresapan obat dan lain sebagainya) apabila diperlukan.

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016