dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

STROKE DAN GEJALA STROKE

STROKE DAN GEJALA STROKE, APA SAJA GEJALA STROKE, PENYEBAB STROKE, FAKTOR PENYEBAB PENYAKIT STROKE, BAGAIMANA MENCEGAH PENYAKIT STROKE, FAKTOR RESIKO STROKE

Tulisan saya ini saya rangkum dari hasil selama saya mengikuti kuliah dan Kepaniteraan Klinik di Departemen Neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan saya dedikasikan kepada para dosen-dosen kami.GEJALA STROKE
dr. Margono, SpS (K)
dr. Rasrinam, SpS (K)
dr. Alwi Shahab, SpS (K)
dr. Billy Indra Gunawan, SpS (K)
dr. H. A. R. Toyo, SpS (K)
dr. Chris Asnawi, SpS (K)

STROKE

Oleh: dr. Margono, SpS (K)

Dahulu disebut Apoplexia Cerebri, dan cerebro vascular accident (CVA)

DEFINISI STROKE

GEJALA-GEJALA STROKEStroke adalah manifestasi klinik gangguan fungsi serebral, baik fokal maupun global yang terjadi secara cepat dan berlangsung lebih dari 24 jam, atau berakhir dengan kematian, tanpa ada sebab lain selain gangguan vaskuler.
Dalam bahasa kita, stroke adalah suatu tanda telah adanya gangguan pada fungsi otak yang terjadi secara tiba-tiba disebabkan karena gangguan pembuluh darah tanpa adanya penyebab lain dan dapat berakhir dengan kematian penderitanya.

Stroke Pro Person, yaitu orang-orang yang memiliki faktor resiko atau kerentanan untuk terkena stroke atau disebut Cerebro Vascular Disease (CVD). Faktor resikonya adalah:

  • Arteriosklerosis otak (sudah ada sejak sebelum 30 tahun)
  • Aneurisma
  • Angioma

JENIS STROKE/ /BENTUK KLINIS STROKE

1. Stroke Hemorragi
a. Perdarahan Intra Serebral (PIS), terutama terjadi bila tekanan darah tinggi sekali, sampai otoregulasi otak tidak berfungsi lagi, dan bila pembuluh darahnya rapuh atau ada aneurisma maka pembuluh darah dapat pecah dan terjadi Infark hemorragik.
b. Perdarahan Sub Arachnoid (PSA), yang keluar akibat pecahnya aneurisma atau malformasi arterio vena (MVA), akan segera memenuhi ruang sub arachnoid sehingga menimbulkan iritasi batang otak.

2. Stroke Non Hemorragi
a. Thrombosis Serebsi (TS). penyempitan lumen pembuluh darah otak terjadi secara perlahan oleh karena proses arteriosklerosis. Masih bersifat reversibel dan dapat membaik bila tekanan darah cepat naik kembali/membaik (fase penumbra).
b. Emboli Serebri (ES). penyempitan/penyumbatan pembuluh darah terjadi secara mendadak/akut, dengan sumber utama emboli dari jantung.
c. Serangan Otak Iskemik Sepintas atau Transient Ischemic Attack(SOS/TIA). Sebagai akibat dari terhentinya aliran darah yang menuju ke otak disebabkan sumbatan yang berasal dari emboli dan trombosis serebri.

PATOFISIOLOGI STROKE

Pengaliran Darah ke Otak dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu:

KENALI GEJALA STROKE 1. Tekanan Perfusi. Tekanan untuk memompa darah ke otak disebut tekanan perfusi (TP). Otak mempunyai kemampuan “otoregulasi” yaitu kemampuan otak untuk mengatur agar aliran darahnya tetap konstan. Kemampuan mengatur arteriola untuk menguncup bila tekanan darah sistemik naik dan untuk dilatasi bila tekanan darah sistemik menurun (pada tekanan darah 50-150 mmHg). Hal lain yang mempengaruhi Tekanan perfusi adalah Cardiac Output (CO) atau curah jantung.

2. Keadaan Pembuluh Darah. Bila ada arteriosklerosis, trombosis, dan emboli, penampang pembuluh darah akan menyempit, bahkan menjadi tersumbat. Ini disebut sebagai tahanan pembuluh darah otak atau resistensi jaringan (RJ).

3. Faktor Darah Sendiri, disebut juga faktor hemereologi, yaitu menyangkut kekentalan dan viskositas darah, sifat-sifat sel darah, misalnya fleksibilitas sel darah merah dan kemampuan darah untuk koagulasi.

EPIDEMIOLOGI STROKE

Di Indonesia, Lebih dari 50% orang yang dirawat di RS bagian Saraf adalah penderita stroke.

FAKTOR RESIKO STROKE

1. Hipertensi. Kenaikan tekanan darah 10 mmHg saja dapat meningkatkan resiko terkena stroke sebanyak 30%. Merupakan faktor yang dapat diintervensi.

2. Arteriosklerosis, hiperlipidemia, merokok, obesitas, diabetes melitus, usia lanjut, penyakit jantung, penyakit pembuluh darah tepi, hematokrit tinggi, dan lain-lain.

3. Obat-obatan yang dapat menimbulkan addiksi (heroin, kokain, amfetamin) dan obat-obatan kontrasepsi, dan obat-obatan hormonal yang lain, terutama pada wanita perokok atau dengan hipertensi.

4. Kelainan-kelainan hemoreologi darah, seperti anemia berat, polisitemia, kelainan koagulopati, dan kelainan darah lainnya.

5. Beberapa penyakit infeksi, misalnya lues, rematik (SLE), herpes zooster, juga dapat merupakan faktor resiko walaupun tidak terlalu tinggi frekuensinya.

GEJALA-GEJALA UMUM DARI STROKE

Berikut 5 gejala stroke yang paling umum:

  • Kesemutan tiba-tiba di wajah, lengan atau kaki, khususnya jika hanya pada sebagian badan
  • Tiba-tiba kebingungan, kesulitan bicara atau memahami pembicaraan
  • Gangguan penglihatan tiba-tiba, baik pada satu atau kedua mata
  • Kesulitan berjalan tiba-tiba, pusing, kehilangan keseimbangan
  • Sakit kepala kronis tiba-tiba tanpa sebab yang jelas

Diketahui banyak gejala umum yang bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan. Meski demikian, perempuan lebih mungkin mengalami tanda-tanda peringatan yang mendadak seperti:

    1. Nyeri dada
    2. Wajah dan anggota tubuh sakit
    3. Sesak napas
    4. Jantung berdebar
    5. Kelemahan secara umum
    6. Cegukan dan mual

BEDAKAN GEJALA KLINIS STROKE

Harus diketahui, biasanya seseorang yang terkena stroke adalah yang mempunyai faktor risiko. Tetapi kadang seseorang tanpa faktor risiko apapun juga dapat mengalami stroke. Setiap jenis stroke pun mempunyai gejala yang berbeda-beda.

Stroke yang disebabkan oleh perdarahan otak (hemorrhagic)

GEJALA STROKE ORANG TUA timbul ketika orang tersebut sedang bekerja atau melakukan suatu aktifitas tertentu, biasanya penderita ini mempunyai faktor risiko seperti hipertensi, kadang ditemukan faktor pencetus, misalnya penderita terjatuh atau terpeleset di kamar mandi, dapat juga penderita sedang marah-marah, dapat juga saat seseorang tersebut mengalami mimpi buruk. Akibatnya tekanan darah penderita meningkat tinggi secara mendadak, darah di otak yang telah rapuh menjadi pecah dan penderita mendadak mengalami hilang kesadaran (pingsan). Keadaan ini dapat berakhir dengan kematian.

Stroke yang disebabkan oleh penyumbatan (trombosis)

justru timbul pada seseorang tersebut sedang istirahat. Pada saat istirahat, tekanan darah penderita biasanya akan mengalami penurunan, dengan adanya penurunan tekanan ini, saluran pembuluh pun mengalami penyempitan dan darah yang dialirkan ke dalam otakpun akan berkurang. Stroke jenis ini biasanya dialami oleh seseorang yang mempunyai faktor risiko seperti pengerasan pembuluh darah (arteriosklerosis) dan gangguan lipid (seperti hiperkolesterolemi dan hipertrigliserida). Stroke jenis ini masih bersifat reversibel dan dapat membaik bila tekanan darah cepat naik kembali/membaik (fase penumbra).

Stroke jenis ini (emboli)

paling banyak terjadi pada mereka yang mempunyai gangguan pada fungsi jantung, hipertensi dan aneurisma. Bermula dari adanya gesekan antara katup jantung yang mengalami gangguan dengan sel darah yang menyebabkan rusaknya sel darah. Beberapa sel darah yang rusak ini dapat menyatu kemudian menggumpal. Apabila sel darah yang rusak ini mengalir menuju pembuluh darah otak, dapat berakibat terjadinya penyumbatan. Bisa juga disebabkan karena gumpalan lemak pada pembuluh darah yang lepas dan mengalir ke pembuluh darah dengan cara yang sama. Biasanya penderita akan mengalami hilang kesadaran tetapi dak lebih dari 30 menit.

GEJALA STROKE YANG TERJADI Gejala TS trombosis serebri, yaitu:

  • + Terjadi pada waktu istirahat
  • + Tidak ada kehilangan kesadaran.
  • + Adanya faktor-faktor resiko, misalnya arteriosklerosis dan hiperlipidermia.

Gejala ES Emboli Serebri, yaitu:

  • + Terjadi paling sering pada waktu ada atrial fibrilasi
  • + Ada kehilangan kesadaran kurang 30 menit.
  • + Ada faktor-faktor resiko, seperti hipertensi, penyakit jantung, dan aneurisma.

Gejala HS Hemorragik Stroke, yaitu:

  • + Terjadi pada waktu sedang beraktivitas.
  • + Ada kehilangan kesadaran lebih 30 menit.
  • + Ada faktor-faktor resiko, misalnya hipertensi.

PENGELOLAAN STROKE

Pengelolaan terdiri dari 3 bagian penting yaitu pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi.GEJALA STROKE PADA PASIEN

Pencegahan

1. Perilaku gaya hidup sehat

  • – aktivitas fisik
  • – berat badan
  • – pengaturan gizi
  • – berhenti merokok
  • – penyalahgunaan obat alkohol

    2. Pengobatan faktor resiko, seperti hipertensi.

Pengobatan

Prinsip-prinsip pengobatannya yaitu:

  1. Atasi etiologinya.
  2. Jendela pengobatan penumbra (daerah di pinggir kerusakan dimana CBF-nya masih dapat dihitung, dan bisa dipengaruhi dengan meningkatkan CBF).
  3. Atasi latar belakang patofisiologinya (CBF, TP, RJ)
  4. Fisioterapi
  5. Perawatan

REHABILITASI PASCA STROKE

Pada Stroke Non hemorragik, dilakukan mobilisasi secepatnya. Pada SH, fisioterapi dilakukan 2 minggu setelah penderita sadar dan tidak ada kontraindikasi.

Sudah Jatuh tertimpa Tangga Pula, peribahasa itulah yang tepat bagi penderita Stroke. Setelah stroke, sel otak mati dan hematom yg terbentuk akan diserap kembali secara bertahap. Proses alami ini selesai dalam waktu 3 bulan. Pada saat itu, 1/3 orang yang selamat menjadi tergantung dan mungkin mengalami komplikasi yang dapat menyebabkan kematian atau cacat

Diperkirakan ada 500.000 penduduk yang terkena stroke. Dari jumlah tersebut:

  • 1/3 –> bisa pulih kembali,
  • 1/3 –> mengalami gangguan fungsional ringan sampai sedang,
  • 1/3 sisanya –> mengalami gangguan fungsional berat yang mengharuskan penderita terus menerus di kasur.

Hanya 10-15 % penderita stroke bisa kembali hidup normal seperti sedia kala, sisanya mengalami cacat, sehingga banyak penderita Stroke menderita stress akibat kecacatan yang ditimbulkan setelah diserang stroke.

Akibat Stroke lainnya:

  • 80% penurunan parsial/ total gerakan lengan dan tungkai.
  • 80-90% bermasalah dalam berpikir dan mengingat.
  • 70% menderita depresi.
  • 30 % mengalami kesulitan bicara, menelan, membedakan kanan dan kiri.
    Stroke tak lagi hanya menyerang kelompok lansia, namun kini cenderung menyerang generasi muda yang masih produktif. Stroke juga tak lagi menjadi milik warga kota yang berkecukupan , namun juga dialami oleh warga pedesaan yang hidup dengan serba keterbatasan.

Hal ini akan berdampak terhadap menurunnya tingkat produktifitas serta dapat mengakibatkan terganggunya sosial ekonomi keluarga. Selain karena besarnya biaya pengobatan paska stroke , juga yang menderita stroke adalah tulang punggung keluarga yang biasanya kurang melakukan gaya hidup sehat, akibat kesibukan yang padat.

Baca Juga:

Gejala Stroke Patofisiologi Stroke Perdarahan

Loading...

Comments

Add a Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016