dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

DNA DAN PROTEIN DARI JENISMU SENDIRI

Oleh: dr. Budi Santoso

Ada milyaran pasang basa yang menyusun DNA kita,  G (Guanin) selalu berpasanan dengan C (Cytosin) dan A (adenine) dengan T (Timin).
Sepanjang 279 Mbp (Mega base pair) tersebut tersimpan rapi dalam 23 pasang kromosom kita. Kromosom 1 sampai 22 yang masing-masing berpasangan ditambah kromosom X yang dapat berpasangan dengan X atau Y
Coba sejenak kita bertanya pada salah satu proses dalam sel diri kita.
Coba tanya pada DNA yang mampu menghasilkan protein?
Demi mendapatkan protein untuk wajah dengan hidung mancung, misalnya. DNA yang berdiam di nukleus harus terlebih dahulu menulis pesan pada sebuah RNA. Kemudian pesan tersebut dibawa RNA ke ribosom untuk diartikan sebagai protein hidung mancung.
Bagaimana prosesnya?
Pada rantai DNA yang sedemikian panjangnya itu, terdapat bagian yang mampu menulis pesan untuk menghasilkan protein, yang dikenal sebagai gen.
Jika gen ini sudah diaktifkan oleh sinyal tertentu, ia akan mulai melepas untai gandanya lalu menuliskan pesannya pada mRNA:
A pada DNA ditulis U pada RNA
T pada DNA ditulis A pada RNA
G pada DNA ditulis C pada RNA… dan seterusnya.
Semua basa yang mampu menghasilkan protein hidung mancung ditulis pada mRNA tanpa terlewat satu huruf pun.

Selesai proses transkripsi ini, mRNA lalu pergi meninggalkan nucleus menuju ribosom untuk menterjemahkan pesan yang ia bawa.
U pada RNA diterjemahkan menjadi A
A pada RNA diterjemahkan menjadi U
C pada RNA diterjemahkan menjadi G… dan seterusnya.
Tiga basa ini, AUG, yang kemudian ditranslasi sebagai asam amino M (Methionin) yang akhirnya membentuk protein hidung mancung.
Timbul pertanyaan…
Dapatkah pesan yang dihasilkan salah? Bukan hidung mancung yang didapatkan melainkan hidung belang? Jawabnya: bisa saja. Dan… penyebab yang paling mungkin dapat kita lihat mulai dari awalnya yaitu DNA. Apakah terjadi mutasi pada gennya? Adakah 1 G hilang dari untai gennya atau malah tersisip 1 G yang lain?
Pertanyaan lain yang timbul, bagaimana bisa mendapatkan hidung mancung bila tidak ada kode/pesan pada DNA kita???
Prinsip utama yang harus dipegang, bahwa protein akhir yang dihasilkan SELALU sesuai dengan untaian DNA itu sendiri (atau pasangan dari jenismu sendiri).
Untuk tumbuh, berkembang, regenerasi dan reproduksi akan terjadi perbanyakan DNA terlebih dahulu.
Perbanyakan atau replikasi itu dalam tingkat molekuler terjadi dengan mempertemukan pasangan basa yang sesuai dengan DNA asal (template).
Setelah perbanyakan DNA baru kemudian terjadi perbanyakan sel dan
tubuh kita bisa menjalani proses tumbuh-kembang-regenerasi-reproduksi, dan lain-lain.
Coba sejenak kita bertanya pada salah satu proses dalam sel diri kita itu.

Coba tanya pada DNA yang bereplikasi?
Saat ia sudah siap menjadi 2 buah DNA,
Ada helicase yang melepas untai double-strandednya,
Ada single-stranded DNA binding protein yang memegang untai DNA agar tetap stabil,
Ada primase yang mengawali prosesnya,
Ada DNA polymerase yang mencarikan pasangannya,
Ada ligase yang menyatukan ikatannya,

Dan masih banyak protein enzim (–ase) lain yang berperan dalam proses berhasilnya replikasi DNA. Tanpa enzim tersebut, tak mampu DNA menjalani SENDIRI pencarian pasang untainya. Sang pencari pasangan, Polimerase, pun ada banyak jenisnya. Polimerase III atau DNAP III holoenzyme bertugas mempertemukan satu per satu basa yang sesuai. Ada lagi Polymerase I (DNAP I exonuclease) yang menyeleksi ketidaksesuaian pasangan. Dan lain sebagainya.

Pada intinya, banyak protein yang berperan disana! Untuk TUJUAN yang sama.
Dan ini,,, proses ALAMI dalam setiap sel pada tubuh kita. MANUSIA.
Bukan buatan laboratorium, dan bukan hasil COBA-COBA!.
Satu lagi yang harus kita ketahui bahwa semua proses tersebut terjadi dalam 1 tempat,
tetap dalam suatu lingkaran pada sel yaitu nuklues.
DNA tidak pergi sendiri mencari pasangannya, bahkan sampai keluar NUKLEUS.
Wallahu a’lam bishowab…

Profil Penulis: dr. Budi Santoso, Sekarang bekerja sebagai Staf Dosen di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya Palembang.

Alamat fb: http://www.facebook.com/budi.buchan

alamat blog: http://buchanfikr.blogspot.com/

Loading...
dokterharry © 2016