dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

SIFILIS, SIPHILLIS, RAJA SINGA, JULUKAN LAINNYA: LUES VENEREA, MORBUS GALLICUS, disease of the isle of Espanole (Dias), Spanish of French disease, Italian or Neopolitan disease.

 
SIFILIS, SIPHILLIS, RAJA SINGA, JULUKAN LAINNYA: LUES VENEREA, MORBUS GALLICUS, disease of the isle of Espanole (Dias), Spanish of French disease, Italian or Neopolitan disease.

Sifilis termasuk salah satu penyakit menular seksual, yaitu penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual. Penyebab dari penyakit ini adalah kuman yang dinamai  Treponema pallidum.

Jika dibiarkan, penyakit ini dapat menyerang ke semua organ dalam tubuh, termasuk jantung, otak, saraf dan ginjal..
Seperti yang dijelaskan sebelumnya, kuman ini masuk ke dalam tubuh melalui hubungan seksual, yaitu melalui selaput lendir yang utuh atau kulit yang lecet,  kemudian masuk ke peredaran darah dan semua organ dalam tubuh. Berbeda dengan penyakit gonore yang langsung terlihat gejalanya dalam jangka waktu tiga hari saja, perkembangan penyakit sifilis ini baru bisa kelihatan setelah 90 hari atau 3-4 minggu setelah berhubungan seksual.
Tahap-tahapannya sebagai berikut:
  • Sepuluh sampai 90 hari (umumnya 3-­4 minggu) setelah terjadi infeksi, pada tempat masuk T. pallidum timbul luka yang berbentuk bulat atau lonjong, dasarnya bersih, merah, kulit di sekitarnya tidak ada tanda-tanda radang, dan bila diraba ada pengerasan (indurasi) yang merupakan satu lapisan seperti sebuah kancing di bawah kain atau sehelai karton yang tipis di sekitar alat kelamin. Kelainan ini tidak nyeri (indolen) dan bertahan 1-5 minggu yang kemudian hilang sendiri, tapi bukan sembuh, ingat!!
  • Kemudian terjadi penjalaran infeksi ke kelenjar inguinal atau kita sebut sela paha/ selangkangan. Kelenjar tersebut membesar, padat, kenyal pada perabaan, tidak nyeri, soliter, dan dapat digerakkan bebas dari sekitarnya. Luka umumnya terdapat pada alat kelamin, dapat juga ekstragenital seperti bibir, lidah, tonsil, puting susu, jari, dan anus.
 
Stadium ini disebut stadium dini (laten), sedangkan yang dibiarkan berlanjut 2-4 tahun, maka disebut statdium lanjut. Tetapi pada stadium dini inilah terjadi penularan penyakit karena kumannya tinggal pada kulit yang terluka, sedangkan stadium lanjutnya tidak akan menular lagi.
  • 6 minggu berikutnya, barulah ada gejala sebagai berikut: sakit kepala, demam/ meriang, tidak nafsu makan, nyeri pada tulang, dan nyeri leher biasanya mendahului, kadang-kadang bersamaan dengan kelainan pada kulit. Kelainan kulit yang timbul berupa bintik atau bintil-bintil tanpa ada cairan di dalamnya. Karena itulah, penyakit sifilis ini disebut sebagai the greatest immitator of all skin diseases.
  • 3-7 tahun berikutnya, kuman telah menyebar kemana-mana dan  merusak semua jaringan, tulang rawan pada hidung dan pala­tum. Kuman akan ditemukan  ditemukan di organ dalam, yakni lambung, hepar, lien, paru, testis, dll.
  • 10-20 tahun setelah infeksi, kuman akan menyerang sistem saraf, termasuk sistem saraf pusat, berupa kerusakan pembuluh darah otak besar, jaringan selaput otak dan jaringan otak lainnya. Akibatnya, seseorang akan mengalami gangguan dalam menumpu, bergerak, hilang rasa, hilang refleks, impotensi, gangguan buang air besar dan kecil, dan lain-lain.
Penegakan Diagnosis
Diagnosis berdasarkan anamnesis dan gambaran klinis, pemeriksaan mikroskop lapangan gelap atau pewarnaan Burri, pemeriksaan darah (TSS), pemeriksaan likuor serebrospinalis, dan pemeriksaan Rontgen.
Penatalaksanaan
1.      Obat-obatan
Sifilis primer dan sekunder
  • Penisilin benzatin G dosis 4,8 juta unit injeksi intramuskular (2,4 juta unit/kali) dan diberikan satu kali seminggu, atau
  • Penisilin prokain dalam aqua dengan dosis 600.000 unit injeksi intramuskular sehari selama 10 hari, atau
  • Penisilin prokain + 2% aluminium monostearat, dosis total 4,8 juta unit, diberikan 2,4 juta unit/kali sebanyak 2 kali seminggu.
2.      Pemberian pengarahan dan pendidikan seksual
3.      Konsultasikan ke dokter mengenai penyakit anda
Edited from: Kapita Selekta Kedokteran
Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016