dokterharry

situs seputar kedokteran dan kesehatan

Konseling Hepatitis B

Keyword: virus, hepatitis B, SGPT, alfatoksin, HbsAg

Oleh: dr. Rizki Perdana, SpPD (FK Unsri)

rizki perdana

Pasien dengan infeksi virus hepatitis B (VHB) kronik harus diberi pengarahan untuk modifikasi pola hidup dan pencegahan penularan. Tidak ada ukuran diet yang spesifik yang dapat menunjukkan adanya efek terhadap progresivitas hepatitis kronik. Namun demikian, peminum alkohol berat(> 40 g/hari) berhubungan dengan kadar SGPT yang lebih tinggi dan terjadinya sirosis. Pada peminum berat alkohol dengan hepatitis B kronik, sirosis dan HCC dapat terjadi pada usia yang lebih muda. Konsumsi makanan yang diduga mengandung alfa toksin harus dihindari.
Pengidap hepatitis B harus diberi pengarahan sebab berisiko menularkan kepada orang lain. Konseling harus termasuk pencegahan penularan melalui hubungan seksual, perinatal dan risiko penularan akibat kecerobohan melalui tetesan darah yang mengkontaminasi lingkungan. Anggota keluarga yang beresiko terinfeksi virus hepatitis B (VHB) harus divaksinasi VHB jika ditemukan hasil HbsAg negatif dan ant-HBs negatif pada pemeriksaan serologi. Skrining harus dilakukan dengan melakukan pemeriksaan HbsAd dan anti-HBs. Vaksinasi dari pasangan seksual telah menunjukkan hasil yang efektif dalam mencegah terjadinya penularan virus hepatitis B secara seksual. Pasangan seksual tetap harus diperiksa dan divaksinasi terhadap hepatitis B jika ditemukan seronegatif. Untuk pasangan seksual tetap atau tidak tetap, yang belum diperiksa HbsAg dan anti-HBs atau belum lengkap imunisasinya, metode perlindungan penghalang pada waktu hubungan seksual, harus diterapkan.
Hasil pemeriksaan yang positif untuk antibodi dari hepatitis B core antigen (anti-HBc) tidak dapat digunakan untuk membedakan antara terjadinya penyembuhan dengan infeksi kronik. Sebagai tambahan, hasil positif palsu adalah hal yang biasa pada orang dengan isolated antibody terhadap hepatitis B core antigen.

Pada wanita hamil sebaiknya diperiksa HbsAg pada trimester pertama dan ketiga. Wanita hamil dengan infeksi hepatitis B harus memberitahu kondisi tersebut pada penolong persalinan.
Pengidap juga diharuskan untuk menutup luka terbuka, luka lecet dan membersihkan tetesan darah dengan menggunakan hipoklorit (pemutih/bleach), karena

Lengkapnya baca di siniikon kecik OSS

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

dokterharry © 2016